getting time...

NUMO Bisa Tentukan Rukyat untuk Lebaran

Siti Ruqoyah - Okezone
Kamis, 11 Maret 2010 03:51 wib
Nahdlatul Ulama Mobile Observatory (NUMO). (Foto: Siti Ruqoyah/okezone)
Nahdlatul Ulama Mobile Observatory (NUMO). (Foto: Siti Ruqoyah/okezone)

JAKARTA - Kendaraan Nahdlatul Ulama Mobile Observatory (NUMO) nantinya dapat digunakan menentukan rukyatul hilal atau posisi bulan setiap awal bulan penanggalan hijriah.  
NUMO diharapkan dapat menjadi solusi dalam penentuan perbedaan waktu terkait jatuhnya awal puasa Ramadan atau lebaran.
 
Mobil yang penggunanya diresmikan di Kantor Pusat PBNU, Jakarta Pusat ini, nantinya akan bergerak dari pesantren ke pesantren, untuk  memperkenalkan dunia atronomi. Mobil ini juga dilengkapi oleh instalasi listrik, genset, lemari, dry, cabinet, GPS, mounting, teropong, televisi/layar monitor 32 inch, komputer, printer, dvd player, lcd, thedolit, gawang lokasi, rubu’, tongkat istiwa’, dan globe.

“NUMO dapat memperkecil perbedaan-perbedaan dalam menentukan rukyat. Dalam beberapa waktu lalu ada yang mengkalim melihat rukyat, padahal sampai sekarang belum ada petunjuk resmi untuk melihat rukyat, mungkin NUMO bisa menjadi salah satu yang bisa menentukan rukyat,” ujar Ketua Syuriah PBNU KH Mashuri Naim, saat acara peresmian, Rabu (10/3/2010) malam.

Manfaat dari NUMO ini, lanjutnya, sebagai observatorium keliling yang bisa dioperasikan di mana saja. “Berguna untuk observasi bulan, meliputi rukyatul hilali, perjalanan bulan, rukyatul bulan tua, observasi bintang komet, observasi gerhana matahari, mengukur arah kiblat, menghitung waktu salat, dan pelayanan konversi tanggal,” jelas dia.

NUMO juga ditujukan untuk kepentingan umat. "Boleh-boleh saja untuk kepentingan seluruh umat. Karena itu, nama NUMO, NU-nya bisa Nahdlatul Ulama, juga bisa nusantara,'' paparnya.


(ton)