getting time...

"Tembak Mati Dulmatin, Polisi Berbuat Kriminal"

Dede Suryana - Okezone
Jum'at, 12 Maret 2010 07:31 wib
(Foto: Heru Haryono/Okezone)
(Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Sependapat dengan Komnas HAM, pihak keluarga Dulmatin menyesalkan kebijakan polisi yang dengan gampangnya membunuh orang yang sudah diklaim sebagai teroris.

“Penangkapan itu kan pasti ada protapnya. Jangan terus karena alasan terdesak lalu main tembak. Kalau begitu polisi juga berbuat kejahatan,” ujar pengacara keluarga Dulmatin, Ahmad Kholid kepada okezone melalui telepon, Jumat (12/3/2010).

Alasan polisi terdesak dan takut membahayakan masyarakat dinilai Kholid mengada-ada sebab di sisi lain polisi mengaku sudah melakukan pengintaian sejak lama.

“Katanya kan mereka (polisi) sudah tahu karena sudah diincar sejak lama. Kenapa tidak ditangkap hidup-hidup? Dengan begitu kan bisa menguntungkan mereka juga. Apakah ini cuma main-main saja, ada teroris langsung dibunuh ada lagi dibunuh lagi,” keluh Kholid.

Jika polisi kemudian mendalilkan UU terorisme, Kholid mengusulkan agar pemerintah segera mengkaji UU itu. ”UU teroris itu enggak sesuai. Itu kan hanya copy paste dari UU di Amerika setelah bom Bali,” katanya.

Namun yang aneh, kata dia, di Amerika sendiri justru pemberantasan teroris selalu dilakukan dengan memperhatikan hak-hak asasi manusia si tersangka.  
“Saya terakhir dapat kabar, kalau Hambali di Amerika, kasusnya akan segera diproses secara hukum. Kenapa di sini belum diadili sudah langsung dihakimi polisi,” katanya.

(ded)

  • nanggala » 0 Tanggapan
    bagus saja, klu hidup nanti bnyk yg dibunuh, klu dul mati hanya 1 yg dibunuh, polisi benar yg komentarkan keluarganya wajar, makanya,,,jangan bunuh org klu gk mau dibunuh... dan polisi bukan kriminal krn demi org banyak, lagian nangkap teroris bbersenjata bung bukan tikus, mungkin yg ekstrim dgn polisi itu merasa terancam kegiatan ilegalnya he he heeee, jadi penngamat bola aja bung.......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nanggala » 0 Tanggapan
    bagus saja, klu hidup nanti bnyk yg dibunuh, klu dul mati hanya 1 yg dibunuh, polisi benar yg komentarkan keluarganya wajar, makanya,,,jangan bunuh org klu gk mau dibunuh... dan polisi bukan kriminal krn demi org banyak, lagian nangkap teroris bbersenjata bung bukan tikus, mungkin yg ekstrim dgn polisi itu merasa terancam kegiatan ilegalnya he he heeee, jadi penngamat bola aja bung.......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nanggala » 0 Tanggapan
    bagus saja, klu hidup nanti bnyk yg dibunuh, klu dul mati hanya 1 yg dibunuh, polisi benar yg komentarkan keluarganya wajar, makanya,,,jangan bunuh org klu gk mau dibunuh... dan polisi bukan kriminal krn demi org banyak, lagian nangkap teroris bbersenjata bung bukan tikus, mungkin yg ekstrim dgn polisi itu merasa terancam kegiatan ilegalnya he he heeee, jadi penngamat bola aja bung.......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • orang waras » 0 Tanggapan
    bapak Komnas HAM yg terhormat...! kalo polisi dibilang melakukan tindakan kriminal lalu apa yg pantas untuk teroris atas tindakannya itu..?? 1. melakukan perampokan untuk cari dana 2. melakukan pemboman yg membunuh dan melukai byk orang bahkan umat muslim sendiri 3. membunuh anggota densus 88 4. menjaring/mengorbankan anak muda utk jadi pelaku bom bunuh diri kalo memang benci Amrik harusnya melakukannya di Amrik sana bukan di Indonesia.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • amancik » 0 Tanggapan
    Indonesia b,ukan Amerika: Siapa saja yang bikin kacau dan mengganggu masyarakat tembak saja,termasuk para PENDEMO dan anggota DPR yg anarkis.!!! tidak ada HAM-haman...!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.