Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puluhan Aktivis Kampanyekan World Silent Day

Rohmat , Jurnalis-Minggu, 14 Maret 2010 |15:56 WIB
Puluhan Aktivis Kampanyekan <i>World Silent Day</i>
(Foto: Rohmat/Okezone)
A
A
A

DENPASAR- Puluhan aktivis peduli lingkungan Bali menggunakan masker warna putih penutup mulut untuk menarik simpati masyarakat guna mengkampanyekan hari hening dunia (world silent day) pada tanggal 21 Maret.

Acara yang digelar kolaborasi untuk Perubahan Iklim (Collaboration in Climate Change) dipusatkan di Lapangan Renon persisnya di depan Museum Bajra Sandi, jalan Puputan Renon, Denpasar.

"Kami gelar berbagai kegiatan seperti mengamen, orasi, pembagian brosur dan stiker untuk world silent day," kata Koordinator aksi I Gusti Ayu Fransiska Kusuma Dewi, di Denpasar, Sabtu (14/03/2010).

Dalam aksi tersebut puluhan aktivis selain berorasi tentang masalah penyelamatan lingkungan dari berbagai kerusakan akibat perubahan iklim di bumi juga meminta tanda tangan masyarakat.

"Tadi kami berhasil kumpulkan 350 tanda tangan, sampai saat ini tanda tangan dukungan di Bali mencapai 6.800," sebut dia.

Diakui Siska, pada aksi tersebut sebagian di antara mereka menggunakan masker penutup mulut warna putih semata untuk menarik perhatian publik, agar datang mendengarkan pesan kampanye world silent day (WSD). "Dengan tertarik datang mereka kami minta tanda tangannya sebagai bukti dukungan gerakan yang kami lakukan," ujarnya.

"Tanggal 20 Maret nanti atau sehari sebelum hari hening sedunia yang saat ini kami tengah perjuangkan, kami akan gelar aksi bersih-bersih sungai di Denpasar serta rally sepeda melibatkan 100 orang," terang dia.

Pihaknya akan memanfaatkan kegiatan yang dapat menarik minat masyarakat seperti ditunjukkan komunitas penggemar sepeda Denpasar yang turut membubuhkan tanda tangannya. "Tadi bahkan banyak wisatawan para pelajar dari Solo, Jawa Tengah ikut membubuhkan tanda tangan," kata Fransiska sembari menyebutkan aksinya berlangsung selama tiga jam lebih mulai pukul 08.00 Wita.

Jumlah dukugan yang berhasil digalang hingga kini, kata Siska, sudah mencapai 6.800 tanda tangan. "Kami akan terus menfaatkan moment-moment penting dimana banyak masyarakat untuk mendukung kampanye world silent day yang jatuh pada tanggal 21 Maret," terang dia.

Dalam aksi kampenye dipantau petugas keamanan setempat berjalan lancar meski ada keterlambatan menyusul penutupan beberapa ruas jalan di kawasan itu berkaitan pelaksanaan persembayangan menjelang Nyepi.

Siska menambahkan sesuai target dukungan tanda tangan yang diharapkan dapat dihimpun di Indonesia mencapai 10 juta tanda tangan sehingga pihaknya akan terus melakukan kampanye hari hening untuk meraih dukungan publik di Bali.

Pada kesempatan itu, Siska juga mengimbau semua lapisan masyarakat untuk mendukung kampanye hari hening dunia dengan menghentikan aktivitas pada tanggal 21 Maret mendatang. "Kami berharap masyarakat tidak melakukan aktivitas selama empat jam, ini sangat berarti bagi upaya untuk menekan polusi karbondioksida," pungkasnya.

Sebelumnya, mereka juga menggelar aksi di ground zero monumen perdamaian di jalan Legian Kuta Bali, dengan membentangkan sebuah spanduk  berisi "Dukung World Silent Day dengan tanda tangan".

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement