Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lapas Rawan AIDS, Adrian Kiki Tak Bisa Diekstradisi

Taufik Hidayat , Jurnalis-Kamis, 25 Maret 2010 |19:34 WIB
Lapas Rawan AIDS, Adrian Kiki Tak Bisa Diekstradisi
Buron BLBI Adrian Kiki Irawan. (Foto: kejaksaan.go.id)
A
A
A

JAKARTA - Mengekstradisi buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Adrian Kiki dari Australia rupanya harus banyak menelan kesabaran. Pasalnya pihak Australia beralasan lembaga pemasyarakatan di Indonesia rawan dengan pengidap HIV/AIDS.

"Sampai saat ini, Adrian Kiki berada di Australia dan belum menyerahkan pada kita, dengan alasan lembaga pemasyarakatan tidak sehat. Karena banyak pengidap HIV/AIDS," ungkap Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (25/3/2010).

Padahal, menurutnya, Indonesia sudah meyakinkan bahwa lingkungan di lembaga pemasyarakatan cukup aman. Namun, pihaknya tidak bisa memaksakan.

Sejauh ini pihaknya, akan mengusahakan terus menerus ekstradisi Adrian yang masih berkewarganegaraan Indonesia itu dari Australia. "Caranya kita melakukan pendekatan politik, pendekatan diplomasi," terangnya.

Adrian yang mantan Wakil Presiden Komisaris Bank Surya, merupakan terpidana kasus BLBI. Bersama Bambang Sutrisno, Adrian divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sekira 8 tahun lalu.

Keduanya dinyatakan bersalah, karena melakukan tindak pidana penyimpangan dana BLBI sebesar Rp1,5 triliun. Perbuatan kedua terdakwa itu, melanggar pasal 1 ayat (1) sub a jo pasal 28 jo pasal 24 c UU No 3/1971 jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement