getting time...

Bus Rombongan Siswa TK Masuk Jurang, 7 Tewas

Rabu, 19 Mei 2010 01:16 wib
Salah korban bus terjun (Foto: Solichan Arif/Koran SI)
Salah korban bus terjun (Foto: Solichan Arif/Koran SI)

BLITAR - Sebuah bus yang ditumpangi rombongan siswa Taman Kanak-kanak (TK) PGRI Papungan 2, Blitar, Jawa Timur, masuk jurang di Dusun Kampung Ledok, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Selasa (18/5) petang. Tujuh orang tewas dan 39 lainnya luka berat.

Sunardi alias Gendut, pengemudi bus PO Manis AG 7162 S diduga tidak menguasai kendaraanya sesaat sebelum bus yang dibawanya nyebur jurang. Hal ini diperkuat dengan kesaksian sejumlah penumpang selamat. Saat berada di tanjakan yang memiliki kemiringan sekira 75 derajat, bus itu tiba-tiba mundur.

Sebelum terjun bebas ke dalam jurang berkedalaman sekira 200 meter itu, bus dengan ukuran dari bus besar itu, lebih dulu terguling ke kanan jalan mengakibatkan sejumlah penumpang dari total 50 orang penumpang berceceran ke luar. Dan sebagian besar dari mereka adalah korban selamat.

“Saat itu yang ada selain suara orang menjerit suasana menjadi gelap seketika,” ujar Abdul Azis (40) salah seorang penumpang yang selamat.

Akibat benturan di dalam bus, Azis yang duduk di bangku nomor dua dari depan itu mengalami pendarahan di dahi, serta pecahan kaca pada tangan. Bersama 23 penumpang lain yang selamat, Azis dilarikan ke ruang Unit Gawat Darurat RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. Disebelahnya Zainab, Zaki (3) dan Sita (5) pun mengalami luka serupa.

Sementara itu korban tewas, meliputi, Sunardi alias Gendut, sang pengemudi, Tatik dan Lusita (5), istri dan anak Gendut, Ny Masrurin Aminin, guru TK PGRI 2, Yesi Seliasari (5) dan Ny Urnin yang diduga wali murid, dan satu korban belum teridentifikasi.

Dari pantauan di lokasi, Selasa petang, korban selamat sudah dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Hingga pukul 20.30 WIB, jumlah korban yang dirawat mencapai 23 orang. 13 orang dengan rentang usia 19-70 tahun. Selebihnya sebanyak 10 pasien berusia 2-15 tahun (anak-anak).

Kapolres Blitar AKBP Eko Iswantono memastikan, kecelakaan tersebut disebabkan oleh kelalaian pengemudi. Polisi mengacu pada keterangan saksi bahwa kendaraan tak kuat melewati tanjakan.

“Kecelakaan terjadi karena sopirnya tidak menguasai kendaraan. Dan sopir ini salah satu korban tewas,” ujarnya.
(Solichan Arif/Koran SI/ded)