Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Jakarta Aman dari Gempa Dahsyat

Muhammad Saifullah , Jurnalis-Jum'at, 25 Juni 2010 |07:19 WIB
BMKG: Jakarta Aman dari Gempa Dahsyat
A
A
A

JAKARTA- Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gempa dahsyat tak akan melanda wilayah Jakarta.

Dari aspek historis, Jakarta memang pernah merasakan guncangan gempa dahsyat, tapi pusat gempa berada di luar ibukota. Sebagaimana diketahui, sejarah mencatat wilayah DKI Jakarta pernah diguncang gempa dahsyat, antara lain pada tahun 1699, 1780, 1883, dan 1903.

Intensitas gempa yang kian meningkat di zona patahan aktif di sepanjang pantai barat Sumatera, belakangan ini, memunculkan kekhawatiran bahwa potensi rambatan gempa dapat sewaktu-waktu menuju ke Ibukota.

“Kalau merasakan guncangan iya (seperti data di atas), tapi pusat gempanya bukan di Jakarta,” ujar Kasi Gempa BMKG Suharjono saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (25/6/2010).

Suharjono menjelaskan, Jakarta masuk dalam kategori wilayah berisiko sedang untuk bencana gempa. Dalam peta zona gempa, wilayah Jakarta masuk pada kategori 3-4 dengan skala 1-6.

“Untuk wilayah paling aktif gempanya di Sumatera Barat dan Papua bagian utara. Sementara untuk wilayah yang paling aman dari gempa di Sumatera bagian timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Papua bagian selatan. Untuk wilayah lain masuk dalam rentang dua kategori di atas,” ungkapnya.

Secara geografis, Indonesia berada di antara 6 LU dan 11 LS serta di antara 95 BT dan 141 BT dan terletak pada perbenturan tiga lempeng kerak bumi yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng India Australia.
 
Ditinjau secara geologis, kepulauan Indonesia berada pada pertemuan dua jalur gempa utama. Yaitu jalur gempa Sirkum Pasifik dan jalur gempa Alpide Transasiatic. Karena itu, kepulauan Indonesia berada pada daerah yang mempunyai aktivitas gempa bumi cukup tinggi.
 
Peta zona gempa disusun berdasarkan hasil analisis terhadap data gempa bumi yang tercatat selama 100 tahun pengamatan terakhir. Peta ini disusun untuk keperluan perencanaan dan perancangan infrastruktur di Indonesia. “Untuk pembangunan gedung, jembatan, DAM, permukiman, serta sarana lain,” terang Suharjono.
 
Dengan masuknya Jakarta dalam Peta zona gempa level 3 dan 4 diprakirakan wilayah ini maksimal akan merasakan dampak tingkat guncangan sekira 4-5 Modified Mercalli Intensity (MMI).
 
“Gempa Aceh mencapai sekitar 9 MMI. Yang rusak parah bisa sampai 10 MMI. Tapi itu tetap tergantung jarak pusat gempa ke daerah berdampak,” tandasnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement