JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan mau melakukan intervensi dalam pengusutan kasus rekening perwira polisi yang mencurigakan. Namun, Presiden menolak untuk melakukan hal tersebut.
"Banyak surat, banyak SMS, banyak pesan, kepada saya Pak SBY tolong bantu ini. Jawaban saya bapak, ibu yang bisa saya lakukan, saya meminta kepada Kepolisian, Kejaksaan dan wilayah MA yang adil, yang tepat, yang profesional itu yang paling mahal," kata Presiden di kantornya, Senin (5/7/2010).
Oleh karena itu, lanjut Presiden, intervensi dalam kasus tersebut tidak mungkin dilakukan selain hanya meminta kepada penegak hukum supaya betul-betul adil, trasparan, profesional kemudian konsisten dalam arti penegakan hukum yang
ada dinegeri ini," ujarnya.
Presiden menambahkan, diharapkan petugas penegak hukum bisa memberikan sanksi yang tepat jika memang terbukti ada yang bersalah. Begitu juga sebaliknya.
"Prinsip yang salah dihukum dan yang tidak salah ya tidak dihukum. Lakukan langkah-langkah jelaskan kepada publik, setelah dijelaskan publik juga harus mendengarnya denga demikian terjdadi komunikasi politik yang baik," papar Presiden.
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.