Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penyebab Ledakan di Gresik Belum Diketahui

Ashadi Ikhsan (Koran Sindo) , Jurnalis-Jum'at, 23 Juli 2010 |21:03 WIB
Penyebab Ledakan di Gresik Belum Diketahui
ilustrasi
A
A
A

GRESIK - Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Jawa Timur melakukan identifikasi lokasi ledakan tungku batu bara PT Raksa Indosteel, Jalan Raya Sumengko KM 30, Kecamatan Wringinanom. Sayangnya sampai saat ini belum diketahui penyebab ledakan yang menewaskan dua karyawan tersebut.
 
Olah TKP dipimpin AKBP Indriyani dengan lima anggotanya. Ikut serta di antarannya dari tim gabungan Polsek Wringinanom dan Polres Gresik. Tim mulai turun melakukan identifikasi sekira pukul 08.30 WIB. Tim melakukan identifikasi setiap titik yang menjadi pusat ledakan.
 
Hampir sekitar dua hingga tiga jam, tim gabungan mengacak-acak lokasi ledakan pabrik peleburan baja, tepatnya di bagian belakang pabrik. Bahkan, tim juga sempat mengambil sample yang bakal dipakai untuk meneliti muasal ledakan.
 
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Fauzan Sukmawansyah mengatakan, kendati sudah melakukan identifikasi namun tim belum bias memastikan penyebab ledakan tersebut. Alasannya, untuk melakukan identifikasi diperlukan waktu yang cukup.
 
“Kami masih melakukan identifikasi penyebab ledakan tersebut. Karena saat ini masih dilakukan identifikasi,” terang AKP Fauzan Sukmawansyah.
 
Hanya untuk mendukung temuan Tim Labfor Mabes Polri Cabang Jawa Timur, AKP Fauzan Sukmawansyah mengungkapkan, telah dilakukan pemeriksaan empat orang saksi. Di antaranya bernama Jumbo, Nurul, Benja, ketiganya karyawan, dan Suwanto, satpam PT Raksa Indosteel.
 
“Kami hanya minta keterangan terkait muasal ledakan,” katanya, Jumat (23/7/2010).
 
Seperti diberitakan, tungku pabrik peleburan baja, PT Raksa Indosteel meledak. Dua karyawan dipastikan tewas, tiga karyawan luka parah dan seorang karyawan luka ringan. Dua karyawan yang tewas yaitu Khoirul (34), warga Desa Sawo, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, dan Darkan (35) warga Desa Lebani Suko, Kecamatan Wringinanom.
 
Sedang yang terluka parah adalah Agus (31), Simran (38), serta Ona (23). Mereka kini masih menjalani perawatan di RS Anwar Medika Krian, Sidoarjo. Diperkirakan mereka mengalami luka bakar mencapai 50 persen lebih.
 
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.30 WIB. Saat itu kondisinya pergantian shift pagi ke siang. Sedangkan, enam karyawan yang menjadi korban tersebut bekerja di bagian tungku pemanasan batu bara. Lokasinya berada di bagian belakang pabrik peleburan baja tersebut.
 

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement