Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir, Warga Denpasar Menolak Dievakuasi

Rohmat , Jurnalis-Kamis, 29 Juli 2010 |14:38 WIB
Banjir, Warga Denpasar Menolak Dievakuasi
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
A
A
A

DENPASAR - Warga di sekitar Jalan Pura Demak, Denpasar, menolak dievakuasi dan memilih tetap bertahan, meski rumah mereka tergenang air setinggi dada orang dewasa.

Setelah Kota Denpasar dan Kuta tergenang air akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang Rabu malam hingga dini hari tadi, Tim SAR gabungan terdiri dari unsur Basarnas Denpasar, PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Brimobda Bali, disebar ke sejumlah titik untuk menyelamatkan warga yang terjebak banjir.

“Saat kami ke lokasi sebuah perumahan di Jalan Pura Demak dini hari tadi, mereka menolak dievakuasi padahal kami khawatir terjadi apa-apa karena ketinggian air sampai dada orang dewasa,” kata seorang petugas SAR, Wayan Rusdi, dihubungi Kamis (29/7/2010).

Wayan menambahkan lokasi tersebut memang menjadi langganan banjir, namun anehnya warga setempat berulang kali menolak dievakuasi petugas. “Mereka memang sudah biasa dari dulu, tidak mau dievakuasi,” ungkap Rusdi.

Warga mengantisipasi banjir dengan membangun rumah mereka dengan dua lantai. Meski demikian warga yang rumahnya berlantai satu pun tetap enggan meninggalkan rumah untuk mengungsi.

Sementara itu, Tim SAR, saat mengevakuasi puluhan warga di perumahan jalan

Gunung Talang, petugas cukup kesulitan menjangkau lokasi karena arus air cukup keras sehingga penyelamatan dilakukan secara manual tidak mengerahkan peralatan perahu maupun kendaraan operasional.

“Ada 15 warga yang kami evakuasi ke lokasi lain yang lebih aman, di antara mereka ada dua wanita hamil terpaksa digendong petugas karena mereka terjebak banjir di rumah,” imbuhnya.

Dalam evakuasi tersebut tim SAR berkekuatan sebanyak 15 petugas dari Basarnas Denpasar, 20 personel Brimobda Polda Bali, 30 anggota BPBD, dan PMI Kota Denpasar.

“Siang tadi pukul 11.00 Wita banjir sudah mulai surut, namun ada beberapa ruas jalan yang tergenang, kami masih menantau situasi pasca banjir,” ungkap I Wayan Junetra, anggota SAR lainnya.

Banjir tidak sampai mengakibatkan korban jiwa, namun genangan di perumahan di tiga titik seperti di Jalan Gunung Agung, Perumahan Monang Maning, dan Padangsambian, mengakibatkan belasan rumah terendam air setinggi leher orang dewasa.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement