Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Episode 17 Agustusan

Muda-Mudi Itu Memadu Kasih di Tugu Proklamasi

Brigitta Ajeng Destika Putriningtyas , Jurnalis-Kamis, 05 Agustus 2010 |16:34 WIB
 Muda-Mudi Itu Memadu Kasih di Tugu Proklamasi
Tugu Proklamasi (Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA- Fungsi Tugu Proklamasi rupa-rupanya mulai bertambah seiring perkembangan zaman. Di tempat ini, belasan atau bahkan puluhan pasang remaja acapkali memadu kasih.

Ketika sang surya mulai naik ke peraduan, saat itulah fungsi tambahan Tugu Proklamasi mulai berjalan. Tanpa komando, satu demi satu pasangan muda-mudi mulai berdatangan. Hingga jumlahnya mencapai belasan. Mereka sekadar ngobrol atau bermain menghabiskan waktu senggang.

“Kalau cuma ciuman mah gak aneh lagi, apalagi di sudut yang gelap. Di sini kan banyak tempat gelapnya,” ujar Mang Ujang, salah seorang tukang sapu di Tugu Proklamasi kepada okezone di Jakarta, Kamis (5/8/2010).

Penuturan Mang Ujang didukung dengan minimnya sarana penerangan di area seluas beberapa hektare yang berada di dekat kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu. Pantauan di lapangan, dari tiga akses masuk ke Tugu Proklamasi hanya satu jalan saja yang dilengkapi sarana penerangan.

“Lampunya banyak yang hilang atau sengaja dipecahkan pengunjung,” ujar Julian (18), salah seorang pengunjung Tugu Proklamasi.

Situasi remang-remang semakin mendukung upaya memadu kasih di Tugu Proklamasi lantaran tidak di support optimalnya tugas pengamanan oleh satpam setempat. Di pagi, siang, dan sore hari hanya ada satpam di Tugu Proklamasi. Sementara pada malam harinya kosong.

“Saya gak tahu kalau malam situasinya seperti apa. Cuma kalau sore banyak anak kecil main bola,” ujar pengelola Tugu Proklamasi, Wanandi.

Wanandi mengakui, penataan lampu penerangan di Tugu Proklamasi kurang bagus. Begitu pula dengan tanamannya. Beda jauh dengan situasi di Taman Menteng. “Di sini biasa-biasa saja dan cenderung kurang perhatian dari pemerintah,” keluhnya.

Tugu Proklamasi atau Tugu petir adalah tugu peringatan proklamasi kemerdekaan RI yang berdiri di tanah lapang kompleks Taman Proklamasi. Di dalam kompleks terdapat monumen dua patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan.

Di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.

Setelah era reformasi, selain menjadi tempat yang spesial untuk acara peringatan Hari Kemerdekaan RI tiap tahunnya, lokasi ini pun menjadi tempat pilihan bagi berkumpulnya para demonstran untuk menyuarakan pendapat-pendapatnya.

Lain halnya ketika sore menjelang. Pada hari-hari yang biasa, para penduduk yang tinggal tak jauh dari lingkungan taman ini kerap berkunjung ke Tugu Proklamasi untuk berbagai aktivitas. Tempat ini menjadi tempat favorit anak-anak bermain, arena berolahraga, tempat berkumpul dan bertemu, atau hanya untuk duduk-duduk saja menghabiskan sore hingga senja datang.

“Yang datang biasanya anak-anak SMA antara pukul 19.30 WIB-22.00 WIB. Setelah itu mulai sepi,” pungkas Mang Ujang.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement