getting time...

Penembak Jitu Disebar Selama Arus Mudik & Balik

Senin, 6 September 2010 08:16 wib
(Ilustrasi: otakku.com)
(Ilustrasi: otakku.com)

BLITAR - Ini peringatan tegas bagi para pelaku kejahatan yang berniat menjalankan aksi saat Lebaran. Kepolisian Resor Blitar akan menempatkan sejumlah penembak jitu (sniper), di sepanjang jalan Kecamatan Wlingi-Malang selama arus mudik dan arus balik Lebaran berlangsung.

Para penembak ulung itu diberi keleluasaan “menghamburkan” simpanan pelurunya bagi penjahat yang dinilai berbahaya. “Kami instruksikan tembak di tempat bagi pelaku kejahatan yang keras kepala,” ujar Kapolres Blitar Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono, Senin (6/9/2010).

Jalur Wlingi-Malang di sebelah timur wilayah Kabupaten Blitar diperkirakan akan menjadi arus mudik terpadat disamping Blitar-Kediri di wilayah Utara, serta Blitar Tulungagung di wilayah barat. Karenanya, ruas jalan rawan menjadi target para pelaku kejahatan jalan raya.

Sementara di luar penempak jitu tersebut, Polres Blitar menerjunkan sebanyak 133 personel dalam bentuk operasi ketupat. Diluar kekuatan itu, kata Wahyono, pihaknya masih menyediakan pasukan sejumlah 1/3 kekuatan polres. “Para personel ini standby di mapolres,” terang Wahyono.

Dalam kegiataan menjaga keamanan dan ketertiban selama Lebaran, polres mendirikan lima pos pantau yang diantaranya berada di wilayah stasiun kereta api dan terminal Wlingi.

“Kedua titik ini diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa di wilayah Kabupaten Blitar. Diluar ini, yang menangani polres kota,” tandasnya.

Kasat lantas Polres Blitar Ajun Komisaris Polisi Adiono Dwi Waluyo menambahkan, dengan menyampaikan imbauan kepada para pemudik untuk mewaspadai titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Ada enam titik rawan yang berupa jalan bergelombang, tanjakan, tikungan tajam serta tikungan curam. Di lokasi tersebut juga tidak terdapat dilengkapi penerangan dan rambu lalu lintas di lokasi. Ini akan menyulitkan pemudik yang melakukan perjalanan di malam hari, ujarnya.

Keenam jalur rawan laka itu di antaranya jalan raya Selorejo yang berada di wilayah Kesamben berbatasan dekat dengan Kabupaten Malang. Kemudian jalur alternatif Blitar-Malang yang menyurusi jalan tanjakan, di sebagian wilayah Kecamatan Selopuro dan Kanigoro.

Selain menempatkan petugas dengan pakaian preman di setiap titik rawan selama 24 jam, polisi telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera melengkapi lampu penerangan jalan umum (PJU). “Karena di sana tidak tertutup kemungkinan terjadi aksi kejahatan,” pungkasnya.

(Solichan Arif/Koran SI/lsi)