Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

SOP Olahraga Dirgantara Perlu Dievaluasi

Dimas Novitasari , Jurnalis-Senin, 06 September 2010 |13:06 WIB
SOP Olahraga Dirgantara Perlu Dievaluasi
A
A
A

JAKARTA - Insiden jatuhnya pesawat latih ultra light di Bogor, Senin (6/9/2010) pagi, menambah rentetan kecelakaan pesawat kecil dalam beberapa bulan terakhir. Lantas apa penyebab maraknya kecelakaan ini dan apa solusinya?

Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai banyak hal yang menyebabkan kecelakan udara, baik dialami pesawat besar maupun pesawat mini.

"Ada tiga unsur yang bisa mempengaruhi. Manusia, pesawat, atau cuaca. Kita tidak bisa menentukan apa masalahnya jika belum dilakukan investigasi. Bisa saja karena mesinnya, karena setiap pesawat mempunyai prosedur perawatan sendiri-sendiri,” kata Alvin kepada okezone.

Mantan anggota Komisi VIII DPR ini mencontohkan, peremajaan pesawat bisa dilakukan dengan mengganti bagian pesawat dengan batas ukur waktu terbangnya. “Jika pesawat jam terbangnya sudah lebih dari 1.000 jam maka mesin atau sayapnya kita ganti yang baru," jelasnya.

Namun yang lebih penting, kata dia, adalah perawatan berkala. Hal itu dinilai cukup menentukan kelaikan terbang sebuah pesawat. “Pesawat itu baiknya berumur belasan tahun. Tapi bisa tetap dipakai dengan perawatan yang teratur. Jadi layak atau tidaknya bukan dari umurnya melainkan perawatannya," papar Alvin.

Selain itu, lanjutnya, hampir seluruh pilot juga sudah dibekali kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah, seperti mesin mati atau kondisi alam yang tidak bersahabat. Seperti, di mana sang pilot bisa melakukan pendaratan daruarat atau apa yang harus dilakukan jika tidak ditemukan ruang terbuka.

“Karena itu saya mengajak teman-teman dari FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) untuk duduk bersama mengevaluasi SOP. Apakah perlu ada yang diubah dan diperbaiki. mengingat zaman semakin canggih begitu juga teknologi,” saran Alvin.

Hal ini dilakukan untuk tercapainya keselamatan bersama dengan tidak mencari siapa yang salah dalam hal ini. “Namun dengan mencari apa yang salah dan bersama-sama mencari cara untuk mencegah kecelakaan ini di kemudian hari," tutupnya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement