Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Disebut "Pembunuh", Tommy Soeharto Tuntut Garuda

Siti Ruqoyah , Jurnalis-Selasa, 07 September 2010 |14:49 WIB
Disebut
Tommy Soeharto
A
A
A

JAKARTA - Tommy Soeharto menggugat PT Garuda Indonesia perihal artikel yang dimuat di media internalnya, Majalah Garuda, lantaran menyebut dirinya sebagai pembunuh.

“Dari tulisan yang dimuat Majalah Garuda, intinya ada kesalahan,” ujar Ferry Firman Nur Wahyu, Kuasa Hukum Tommy Soeharto kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/9/2010).

Sementara itu, Ferry menjelaskan, Garuda pada edisi Desember 2009 memuat sebuah artikel yang berjudul A New Destination to Enjoy in Bali, yang menceritakan daerah wisata dengan nama Pecatu Resort. Kemudian, di akhir artikel dituliskan nama pemiliknya, yakni Tommy Soeharto.

“(Tulisannya) Tommy Soeharto adalah pemilik kawasan itu dan ditulis dia (Tommy) merupakan seorang pembunuh yang telah divonis oleh pengadilan,” tambah Ferry mengutip tulisan di artikel tersebut.

Ferry menyayangkan, Garuda menuliskan kata pembunuh yang divonis oleh pengadilan tersebut karena dianggap tidak memiliki korelasi dan tidak ada relevansinya dengan judul artikel.

“Adanya kata itu tidak sesuai dengan visi misi Majalah Garuda dan keterangan tersebut tidak memiliki relevansi dengan isi tulisan secara keseluruhan. Selain itu juga, arah keterangan tersebut tidak logis dan bertentangan dengan judul artikel,” tegasnya.

Dengan demikian hari ini, sidang perdana perdata atas nama Tommy Soeharto yang menggugat PT Garuda Indonesia dan PT Indo Multi Media, di mana perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang membuat media internal Garuda Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, Tommy langsung menggugat Vice President Corporate Communication dan Senior Marketing PT Garuda Indonesa untuk membuat permohonan permintaan maaf melalui tiga media nasional, yakni Kompas, Bisnis Indonesia dan Majalah Tempo.

(Lusi Catur Mahgriefie)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement