getting time...

Gelak Tawa Membahana di Istana Negara

Kemas Irawan Nurrachman - Okezone
Rabu, 8 September 2010 22:06 wib

JAKARTA - Suasana di Istana Negara Rabu sore terlihat tegang. Pasalnya seusai buka puasa bersama, Presiden Susilo Bambang Yudhyono akan membicarakan soal isu-isu terkait yang sedang memanas.

Sejumlah wartawan dan  pemimpin Redaksi terlihat tegang menanti apa yang akan dibicarakan Presiden. Waktu seakan berjalan lambat ketika menanti buka puasa.

Pembawa acara pun mulai membacakan susunan acara. “Untuk acara selanjutnya akan diisi dengan tausiah dari Nazaruddin Umar dengan tema ‘etika pemberitaan dalam alquran”.

Sontak, usai sang pembawa acara membacakan susunan acara itu, gelak tawa pun membahana. Wajar saja, seluruh hadirin merupakan wartawan dan pemimpin Redaksi media cetak, elektronik, online. “Wah kalau berita dipelintir bisa dosa neh,” cetus salah seorang wartawan.

Suasana pun mencair di Istana Negara. Nazaruddin yang maju ke podium mengaku tema tersebut diusulkan dirinya untuk memberikan motivasi pemberitaan yang berimbang.

Tidak tanggung-tanggung, untuk membahas masalah ini Dirjen Bimas Islam ini harus melakukan studi banding dengan membuka kitab perjanjian lama dan baru.

Nazaruddin pun bercerita mengenai Siti Aisyah yang terkandung dalam surat Anaba. Di sana dijabarkan bagaimana cerita seorang provokator memberitakan suatu berita tanpa melihat kebenarannya.

Akibat dari pemberitaan tersebut, Nabi Muhammad SAW membentuk tim investigasi untuk mencari kebenarannya. Meski akhirnya Nabi mengakui berita tersebut tidak benar, namun berita tersebut sudah tersebar dan meresahkan sejumlah pihak.

“Dalam ayat 11 dijelaskan ‘Ingatlah ketika kamu menerima berita bohong. Karena fitnah yang mati sampai anak keturunannya,” tutur Nazaruddin.
(kem)