Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rabies Serang 239 Desa di Bali

Rohmat , Jurnalis-Rabu, 24 November 2010 |15:13 WIB
Rabies Serang 239 Desa di Bali
A
A
A

DENPASAR- Penyebaran virus rabies di Bali semakin mengkhawatirkan. Data terakhir dilansir pemerintah provinsi sebanyak 239 desa tertular penyakit mematikan itu.
 
Berdasar data Dinas Peternakan Provinsi Bali pada tahun 2008, virus yang dibawa anjing gila itu baru menyerang tiga kecamatan.

"Tahun 2009 sudah meningkat menjadi 19 kecamatan dan tahun 2010 menyerang di 55 kecamatan," papar Kepala Dinas Peternakan Bali I Putu Sumantra disela kampanye stop rabies di Denpasar, Rabu (24/11/2010).

Dijelaskan dia, sampai saat ini  virus rabies sudah menjalar ke 239 desa tersebar dari 722 desa yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Pulau Dewata. "Sekitar 33  persen desa di Bali sudah tertular virus rabies," imbuhnya.

Adapun desa yang paling banyak tertular rabies berada di Kabupaten Karangasem. Sementara Kabupaten Jembrana paling sedikit ditemukan kasus virus rabies.

Dipihak lain, serangan virus rabies terhadap manusia sejak tiga tahun terakhir terus meningkat. "Total kasus rabies pada manusia hingga kini sebanyak 107 kasus," ucap Ketua Tim Kampanye Stop Rabies Bali Prof I Gusti Ngurah Mahardika.

Seperti diketahui, sejarah virus rabies menyerang manusia di Bali  hingga meninggal, ditemukan pada bulan November 2008, yakni 4 kasus.

Setahun kemudian tahun 2009 tercatat 28 kasus dan tahun 2010 sebanyak 75 kasus. Korban terbanyak ditemukan di Karangasem, sebanyak 33 kasus disusul Badung dan Buleleng.

Ditambahkan dia, daerah penyebaran rabies berada di 55 kecamatan. "Daerah penyebaran kasus rabies sangat aktif, setiap bulan selalu ada laporan kasus korban gigitan anjing sebanyak 49 desa," sebutnya.

Yang menarik, sebagian besar korban tewas terkena gigitan anjing rabies adalah kelompok usia pria dewasa.

(Carolina Christina)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement