Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perbedaan RI dengan Mesir versi Amien Rais

Cuk Sahana , Jurnalis-Selasa, 15 Februari 2011 |10:47 WIB
Perbedaan RI dengan Mesir versi Amien Rais
Amien Rais (Foto: Koran SI)
A
A
A

YOGYAKARTA- Mantan Ketua MPR, Amien Rais, menegaskan kemenangan demonstran menggulingkan pemerintahan di Mesir, beberapa hari lalu, telah merangsang upaya serupa di sejumlah negara.

Dia mencontohkan, saat ini, sekira 400 lebih rakyat Aljazair ditahan polisi akibat aksi massa menuntut Presiden Abdul Aziz Bouteflika turun dari tahta. Selain itu rakyat Iran dan Yaman ikut menuntut sang penguasa negeri mengundurkan diri.

Namun, Amien menilai fenomena politik Mesir tersebut tidak cukup kuat untuk merangsang kembalinya tragedi 1998 di Indonesia.

“Fenomena mungkin hampir serupa, namun itu tidak cukup kuat untuk mengulang tragedi 1998 di Indonesia,” papar Amien pada kuliah umum prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), kemarin.

Menurut salah satu tokoh penggerak demonstrasi 1998 ini, ada beberapa persamaan keberhasilan penggulingan Husni Mubarak dan Soeharto. Salah satunya adalah, Mubarak dan Soeharto berkuasa sudah cukup lama, yaitu 3 dekade. Hal ini, kata Amien, menjadi faktor awal yang menstimulasi perlawanan massa.

Sementara Presiden Susilo bambang Yudhoyono saat ini baru memangku jabatan selama 7 tahun. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang, SBY hanya bisa berkuasa dua periode, artinya paling lama hanya 10 tahun.

“Kondisi ekonomi mayoritas penduduk miskin turut memberi dampak penggulingan Soeharto dan Mubarak,” imbuhnya.

Amien menjelaskan, massa dikerahkan bukan semata-mata karena tuntutan ideologi, namun alasan perut memiliki dampak yang tidak kalah massif dalam upaya penggulingan pemerintahan.

“Walaupun jumlah kemiskinan saat ini cukup besar, pemerintah masih dinilai positif oleh masyarakat dengan sejumlah program pengentasan kemiskinan atau program lain yang berpihak kepada masyarakat,” ungkap Amien.

Tokoh, lanjut Amien, juga menjadi faktor yang berpengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya upaya menurunkan presiden. Di Mesir, kelompok Ikhwanul Muslimin jelas sekali memiliki pengaruh yang sangat besar, demikian pula di Indonesia pada 1998. Pendudukan Gedung DPR oleh mahasiswa terjadi melalui proses besar karena beberapa tokoh penggerak saat itu.

Ketiga faktor tersebut menjadi dasar penilaian Amien meski ada beberapa kondisi Indonesia yang saat ini yang dapat memicu aksi. Kondisi yang dimaksud Amien adalah dikelilinginya pemerintah dengan orang-orang yang melakukan tindakan korupsi seperti di Mesir.

“Karena itu, jalan impeachment-pun tidak mungkin terjadi,” tegas Amien.

(Anton Suhartono)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement