tragedi sukhoi

Bom Cirebon Bukti Negara Gagal Berikan Rasa Aman

Muhammad Saifullah - Okezone
Jum'at, 15 April 2011 21:02 wib

JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengutuk keras terjadinya aksi bom bunuh diri yang terjadi di masjid Ad Dzikra di Mapolresta Cirebon siang tadi.

Namun di atas segalanya, ledakan di Cirebon siang tadi merupakan bukti kegagalan pemerintah dalam memberikan jaminan rasa aman kepada warga negaranya.

“Tidak adanya jaminan rasa aman dan nyaman dalam kehidupan bukti kegagalan pemimpin negeri ini. Bom bunuh diri semakin menunjukan kegagalan pemerintahan SBY dalam menjaga rasa aman dan keamanan masyarakat,” ungkap Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin dalam rilisnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (15/4/2011).

Dia menjelaskan, bom bunuh diri dengan target polisi adalah fenomena baru di Indonesia. Hal itu betul-betul membahayakan kelangsungan hidup kita sebagai bangsa. Sehingga kasus ini harus diselesaikan secara cepat dan tuntas supaya tidak menjalar ke tempat-tempat lain.

“Teror publik yang terus terjadi beberapa bulan terakhir ini semakin membangun suasana mencekam di masyarakat dan menunjukan kegagalan instrumen pemerintah seperti Kepolisian, Kemenkopolhukam, dan BIN dalam mengantisipasi,” tandasnya.
(ful)

  • atiraja » 0 Tanggapan
    jangan hanya bisa mengutuk...lakukan sesuatu ,bantu mereka,saling tolong menolong...kalau cuma komentar,mengutuk,dll semua orang juga bisa,berikan masukan kepada negara apa yang terbaik dilakukan...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nazar » 0 Tanggapan
    kasus bom bunuh diri blon pernah dilakukan oleh agama lain di zaman ini, kecuali agama islam, walau ada pandangan itu adalah islam radikal atau sbgainya.. namun perlu dipelajari apa sbenarnya yg d'inginkan islam itu? apa latar belakangnya sehingga islam itu rela mengorbankan nyawanya demi suatu tjuan yg mereka inginkan. apabila tjuan mereka menuju keselamatan dunia dan akhirat/kepentingan sosial, tidak perlu gerakan militer untuk menyelesaikannya, krn justru akan terjadi dendam yg turun-temurun yg ujung2@ teror smakin merajalela & militer jd sasaran sperti yg trjadi di cerebon. mnurut pandangan saya mereka jg tidak ingin meggunakan kekerasan utk menyampaikan maksud & tjuan mereka, nmun karna suara mereka tak prnah terespon oleh pemimpim negara yg kt cntai ini, mereka mulai menyampaikan maksud & tjuan dgn suara bom. apabila bom ini direspon lg dgn bom atau penumpasan trhadap jaringan pelaku, maka kita hrus berfikir jauh2, terutama latar belakang mereka yg rela mati dr pd menyaksikan kemaksiatan negara yg kt cntai ini, tidak prlu jauh kt brfikir, krn aceh tlah jd contoh & pgalaman yg sngat brharga, yg inti@ apa yg kt dpat dr penyelesaian melalui gerakan militer? malah kehancuran & anggaran negara terkuras utk oprasi militer, bahkan ribuan nyawa jd korban, baik dr militer maupun sipil. berahir dr smua itu, tidak ada kemenangan maupun kekalahan,yg ada cm ksepakatan damai. yg ingin dicamkan baik2 adl: klau kehancuran itu berahir dgn damai, utk apa kehancuran itu dimulai? knapa kt tdak memulai dgn kedamaian demi mghindari kehancuran..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gamal » 0 Tanggapan
    Lagian pd sibuk ngurusin Briptu norman aja she...............
    Beri Tanggapan Laporkan
  • siska » 0 Tanggapan
    kita semuah hrus instropeksi diri,jng hnya menilai akibat yg dilakukan para teroris tapi nilailah knapa mereka bisa mlakukanya., semuah tntu tidak lpas dr campur tngan kita semua,.yg sudah tdk lgi menghragai hidup bernegara,..para pejabat yg tak ad rasa malu melakukan korupsi trus menerus...para pemuka agama yg menggadaikan akidahnya hnya untuk kepentingan politis,.dan jga rakyat yg slalu main hakim sendiri karna tidak adnya keadilan dan kepastian hukum di negara intah berantah ini..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • siska » 0 Tanggapan
    kita semuah hrus instropeksi diri,jng hnya menilai akibat yg dilakukan para teroris tapi nilailah knapa mereka bisa mlakukanya., semuah tntu tidak lpas dr campur tngan kita semua,.yg sudah tdk lgi menghragai hidup bernegara,..para pejabat yg tak ad rasa malu melakukan korupsi trus menerus...para pemuka agama yg menggadaikan akidahnya hnya untuk kepentingan politis,.dan jga rakyat yg slalu main hakim sendiri karna tidak adnya keadilan dan kepastian hukum di negara intah berantah ini..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.