Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ayah Ketua Majelis Syuro PKS Punya Hubungan dengan NII

Ferdinan , Jurnalis-Kamis, 05 Mei 2011 |16:44 WIB
Ayah Ketua Majelis Syuro PKS Punya Hubungan dengan NII
Hilmi Aminuddin (Foto: pks-grogol.blogspot.com)
A
A
A

JAKARTA - Lepas dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII) tahun 2007, membuat Imam Supriyanto merasa bebas membeberkan penyimpangan organisasi tersebut. Bahkan, mantan Menteri Peningkatan Produksi NII itu menyinggung keterkaitan partai politik dengan NII melalui Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat.
 
Imam menceritakan, NII muncul diawali ketika mantan pejuang Darul Islam berkumpul pada 1962. Darul Islam inilah cikal bakal NII. “Danu Muhamad Hasan adalah panglima milter Darul Islam pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo,” kata Imam dalam diskusi bertajuk Parpol Bicara Radikalisme di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/5/2011).
 
Untuk diketahui, Danu Hasan adalah Ayah dari Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Imam, Danu Hasan memiliki daerah operasi di Cirebon, Jawa Barat.
 
“Masyarakat di sekitar Ponpes Al Zaytun sangat kenal dengan Danu. Ketika Danu ditangkap, supaya anaknya tidak terlibat, Hilmi dikirim belajar ke Universitas Al Azhar, Mesir,” jelasnya.
 
Berdasarkan informasi yang dimilikinya, Imam menyebut Hilmi bersentuhan dengan kegiatan Ikhwanul Muslimin sewaktu belajar di Mesir. Semangat gerakan ini kemudian dibawa Hilmi ketika kembali ke Indonesia. Pola perekrutan untuk melebarkan sayap Ikhwanul dilakukan tertutup dengan menyasar pelajar dan mahasiswa.
 
“Ikhwanul bergerak di parpol dan parlemen supaya ideologi Islam bisa terwujud dalam satu negara,” katanya.
 
Momentum inilah yang dimanfaatkan untuk membentuk Partai Keadilan yang kini menjadi PKS. “Gerakan undeground masih berjalan hingga sekarang. Ini bisa dikonfirmasi dengan orang-orang yang masih menjabat dan sudah mantan. Tetapi hubungan PKS dengan NII hanya biologis dan historis,” imbuh Imam.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, eks pengikut Darul Islam pernah melakukan reuni di kediaman Danu Hasan sekitar tahun 1970-an. Reuni dilakukan jauh setelah Kartosoewirjo ditangkap pada 1962. Sejak itu, Darul Islam tak terdengar kegiatannya hingga 1971.
 
Kemudian pada era orde baru jaman kepemimpinan Soeharto mantan pengikut Darul Islam dibina oleh pemerintah. Tahun 1977, eks pengikut Darul Islam masuk ke Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
 

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement