Oknum Polisi Digerebek Warga di Kamar Kos Selingkuhan

|

Ilustrasi (foto:Ist)

 Oknum Polisi Digerebek Warga di Kamar Kos Selingkuhan

TULUNGAGUNG- Brigadir Parjito, anggota Kepolisian Sektor (Polsek)  Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung digerebek warga di sebuah kamar kos perempuan pemandu lagu (purel) di Kelurahan Bago, Kecamatan Kota Tulungagung.

Oleh 50 pemuda, aparat kepolisian itu dipaksa keluar. “Sebab yang didatangi yang bersangkutan itu bukan istrinya, “tutur Agus (37) warga setempat kepada wartawan Kamis (2/6/2011).

Datang dan menginap di tempat kos Yuni (25) bukan pertama kalinya dilakukan Parjito. Yuni dikenal sebagai perempuan yang bekerja di tempat hiburan malam di Kota  Tulungagung.

Karenanya, setiap pulang kerja, Yuni kerap diantar Parjito yang sekaligus menginap di kamar kosnya. Padahal pria yang bertempat tinggal di Desa Gesikan, Kecamatan Pakel ini sudah memiliki seorang istri dan dua orang anak. “Warga dan pemilik kos sudah berulang kali memperingatkan, tapi tidak pernah digubris, “terang Agus.

Saat dipaksa keluar kamar, polisi berpangkat bintara ini berdalih jika dirinya hanya menjenguk Yuni yang sedang sakit. Sementara para pemuda yang tidak mau tahu dengan alasan yang disampaikan, memaksa Parjito membayar denda membangun gorong-gorong di depan kos Yuni. Denda itu sebagai hukuman adat bagi setiap orang yang tertangkap tangan melanggar asusila di Kelurahan Bago.

Namun, di depan Ketua RT Suyatno, yang juga anggota Polres Tulungagung, Parjito menolak semua tuntutan. Warga pun langsung meradang. Tidak ingin terjadi tindak anarkis main hakim sendiri, Suyatno langsung menghubungi Polres Tulungagung, untuk meminta didatangkan sejumlah personil kepolisian.

“Sebab saya melihat warga, terutama para pemuda sudah tidak bisa lagi menahan kemarahanya, “terang Suyatno.

Sebelum tindakan anarkis terjadi, puluhan polisi langsung mengamankan Parjito dan membawanya ke Unit Provos Mapolres Tulungagung.

 Kapolsek Pucanglaban Ajun Komisaris Suwarno sebagai atasan langsung Parjito tidak menyangka, jika anak buahnya sampai digerebek warga. Sebab yang dia ketahui selama ini, Parjito sebagai bawahan yang baik dan selalu mengikuti apa yang menjadi perintah atasan. “Saya sendiri juga belum tahu permasalahanya seperti apa, yang pasti selama ini orangnya rajin dan baik,” ujarnya.

Sementara secara terpisah  Wakapolres Tulungagung Komisaris Polisi Wiyogo Pamungkas berjanji akan menjatuhkan sanksi setimpal jika memang anak buahnya terbukti bersalah. “Sebab kalau memang terbukti, apa yang dilakukanya sama halnya mencoreng korps kepolisian," tegasnya.

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    UU Arbitrase Sebut PK MA Kasus TPI Tak Berlaku