tragedi sukhoi

Sejarah Kelam Pak Harto

Peristiwa Berdarah Malari

Fahmi Firdaus - Okezone
Jum'at, 10 Juni 2011 08:06 wib
wordpress
wordpress

JAKARTA - Peristiwa berdarah banyak menghiasi perjalanan mantan presiden Soeharto semasa berkuasa. Peristiwa Malari (Malapetaka Limabelas Januari) adalah peristiwa yang pertama kali terjadi.
 
Peristiwa itu terjadi saat Perdana Menteri Jepang, Tanaka Kakuei berkunjung ke Jakarta 14-17 Januari 1974. Saat itu mahasiswa, menyambutnya dengan demonstrasi di Halim Perdanakusuma.
 
Namun, mahasiswa tidak berhasil karena dijaga ketat oleh aparat. PM Jepang itu berangkat dari Istana tidak dengan mobil, melainkan diantar Presiden Soeharto dengan helikopter dari Bina Graha ke pangkalan udara.
 
Pada saat itu, Hariman Siregar memimpin demonstrasi 400-an mahasiswa untuk menolak kedatangan PM Jepang Kakue Tanaka ke Indonesia.  Jakarta dipenuhi asap hitam dan bara api berasal dari pembakaran mobil-mobil buatan Jepang, yang dibakar mahasiswa ditambah ribuan masyarakat luas sebagai simbol perlawanan atas hegemoni Jepang terhadap perekonomian Indonesia.
 
Dalam Peristiwa tersebut, selain mengakibatkan pembakaran mobil dan motor produksi Jepang, korban jiwa juga jatuh akibat bentrokan yang terjadi antara aparat dengan mahasiswa.  
 
“Zaman Soeharto gagal, dia meninggalkan banyak masalah sekarang,” kata Hariman  kepada okezone, Kamis (9/6/2011).
 
Menurut Hariman, saat ini pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah gagal.
 
“Jangan membanding-bandingkan zaman dulu dengan sekarang, SBY juga sudah gagal artinya SBY juga harus mawas diri,” tegasnya.
 
Dalam peristiwa Malari itu juga berimbas kepada sejumlah perwira tinggi. Mereka  diberhentikan oleh Presiden Soeharto, salah satunya, Panglima Kopkamtib, Soemitro. Sementara itu aktivis Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Ali Nursahid mengatakan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga sudah membuat daftar kejahatan Soeharto dalam tindakan kejahatan kemanusian.
 
“Komnas HAM juga sudah membuat daftar kejahatan Soeharto disana juga bisa dilihat apa saja kejahatanya,” ujar Ali.

(abe)

  • edi purnomo » 0 Tanggapan
    Ah mas pada wae dulu nyambut gawe juga susah, klo gak ada koneksi dan uang jangan harap bisa jadi pegawai negri, semua harus KKN, klo berhasil orde baru kenapa digulingkan itu artinya Tuhan sudah tidak meridoi cara cara yang kotor termasuk sekarangpun masih warisan orang orang dulu yang masih mewarisi cara-cara menghalalkan segala cara, baik pejabat, pengusaha yang kongkalikong dengan penguasa. Susah belum ketemu orang yg bisa dioercaya untuk mrmimpin dgn iklas seperti Rasulullah.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • edi purnomo » 0 Tanggapan
    Ah mas pada wae dulu nyambut gawe juga susah, klo gak ada koneksi dan uang jangan harap bisa jadi pegawai negri, semua harus KKN, klo berhasil orde baru kenapa digulingkan itu artinya Tuhan sudah tidak meridoi cara cara yang kotor termasuk sekarangpun masih warisan orang orang dulu yang masih mewarisi cara-cara menghalalkan segala cara, baik pejabat, pengusaha yang kongkalikong dengan penguasa. Susah belum ketemu orang yg bisa dioercaya untuk mrmimpin dgn iklas seperti Rasulullah.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Arry Fakhruddin » 0 Tanggapan
    Mahasiswa itu dr dulu sampai skrg kok bodoh2 ya??bisanya proteeeees aja,demo bakar ban dll.Dari 100 mhsswa cm 1 yang pinter,kalo ada 10 mhsswa yg pinter bs ngajak 1000 mhsswa yg b***h utk diajak demo,begtlah strsnya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • BENTO » 0 Tanggapan
    yg penting sekarang sandang pangan mahal ,nyambut gawe angel,dan rakyat bangga dg itu
    Beri Tanggapan Laporkan
  • HARIMAN » 0 Tanggapan
    PAK HARIMAN AZA JADI PRESIDEN....TUJUAN DEMO DENGAN BAKAR2 WAKTU KEDATANGAN PM JEPANG TSB MEMANG MENGANDUNG HASIL KONGKRET APA UNTUK KEBAIKAN RAKYAT....??? FAKTANYA, ANDA TIDAK DIHILANGKAN OLEH PAK HARTO KAN....?? KECUALI ANDA TERORIS....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.