tragedi sukhoi

Gempa Mentawai Tak Berhubungan dengan Taput

Rus Akbar - Okezone
Senin, 20 Juni 2011 10:00 wib
Ilustrasi (ema.gov.au)
Ilustrasi (ema.gov.au)

PADANG- Sepekan terakhir wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara beberapa kali digoyang gempa bumi. Namun kedua gempa itu tidak berhubungan.

Ketua Ikatan Geologi Indonesia wilayah Sumatera Barat, Ade Edward, menjelaskan gempa pada Minggu semalam pukul 20.44 WIB dengan kekuatan 5,2 Skala Richter berasal dari segmen yang berlokasi antara Pulau Pagai Selatan dengan Enggano.

Goyangan gempa tadi malam juga dirasakan sebagian warga Kota Padang selama beberapa detik.

“Sementara yang di Tapanuli Utara (Taput) terjadi pada 18 Juni hanya gempa darat dari patahan Sumatera,” ujar Ade kepada okezone, Senin (20/6/2011).

Dia menambahkan, gempa Pagai Selatan merupakan sisa gempa yang terjadi pada 2007. Berbeda dengan kasus Tapanuli Utara yang merupakan gempa baru di patahan Sumatera.

Sementara gempa besar atau megathrust yang diprediksi para pakar sebesar 9,0 SR akan terjadi antara Pulau Siberut dengan Sipora.

Ade kembali mengingatkan agar warga di Sumatera Barat waspada. Selain gempa bisa terjadi waktu-waktu di laut , namun di darat juga terdapat patahan Sumatera yang tidak kalah ancamannya. Gempa di darat, meskipun bermagnitude kecil, namun dampak kerusakan relatif besar.

“Kita tetap waspada karena Sumatera Barat ini memang rawan bencana,” tutupnya.

(ton)