JAKARTA - Ribuan Nahdiyin memadati areal Stadion Gelora Bung Karno dalam rangka menghadiri puncak peringatan Harlah ke-85 Nahdlatul Ulama (NU) yang diadakan di Stadion Gelora Bung Karno.
Sebanyak 30 ribu anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) se-Indonesia siap mengamankan jalannya Harlah NU. Sebelum memasuki Stadion GBK, Banser menggelar apel jelang pembukaan Harlah di Lapangan Timur Stadion Utama Gelora Bung Karno. Apel dipimpin langsung Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid.
"Banser merupakan tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor sekaligus kader penggerak, pengemban, dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan," ujar Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid di Gelora Bung Karno, Jakarta (17/7/2011).
Nusron mengatakan, sejak kelahirannya pada 1924 kekuatan inti dari gerakan Ansor telah menorehkan sejarah panjang. Banser telah menunjukkan diri sebagai salah sau garda terdepan merebut kemerdekaan negara dari penjajah.
"Ketika masyarakat tertimpa musibah bencana, Banser telah membuktikan diri mampu terlibat aktif membantu warga. Pascatsunami di Aceh, Banser mengirimkan 30 anggotanya yang ahli tukang untuk membangun rumah bagi rakyat di Aceh," beber Nusron.
Dia menambahkan, tak hanya kepedulian sosial, sikap toleransi juga dijunjung tinggi meski beda keyakinan dan agama. Banser pun hadir memberi pengamanan ketika umat Kristiani menghadapi ketakutan di bawah ancaman bom.
Banser menurunkan 11.430 personelnya di 1.175 gereja yang berada di 29 provinsi di seluruh Indonesia. Mereka dibagi dalam pengamanan di jalan raya, pintu masuk, dan di seputar gereja. Tradisi pengamanan gereja oleh Banser sudah berlangsung lama sebagai wujud toleransi beragama dari NU.
"Bahkan tahun 2000 di Mojokerto, terdapat anggota Banser yang meninggal karena mengamankan bom yang mau meledak di gereja," ungkap Nusron.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.