Polisi Pastikan Pimpinan Ponpes Bima Terlibat Aksi Bom

Polisi membawa Abrori ke Mapolda NTB. (Dok: Sun TV)

Polisi Pastikan Pimpinan Ponpes Bima Terlibat Aksi Bom
JAKARTA- Pimpinan Pondok Pesantren Umar bin Khattab (UBK), Bima, NTB, ditetapkan sebagai tersangka ledakan yang terjadi pada Senin 11 Juli lalu.

Kepala Biro Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Ketut Untung Yoga mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah Abrori diperiksa secara intensif di Mapolda NTB.

“Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap Ustaz Abrori, terbukti terlibat kasus bom di Pondok Pesantren UBK di NTB,” ujar Untung Yoga di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2011).

Dia menambahkan terkait ledakan di ponpes yang berlokasi di Desa Sonolo, Kecamatan Bolo, Bima, itu jumlah tersangka adalah empat orang.

“Untuk saat ini tersangka yang ditahan ada empat orang dan Abrori telah didampingi pengacara,” sambungnya. Namun tidak disebutkan pasal yang dikenakan terhadap Abrori.

Polisi, kata dia, juga membantah menggunakan cara represif dalam menangani pada santri UBK. Polisi lebih mengedepankan negosiasi dengan pihak ponpes dalam menyelesaikan kasus bom tersebut.

Dia juga membantah polisi mengepung ponpes yang berdiri pada 2004 itu. Upaya negosiasi tetap diutamakan.

“Istilah pengepungan itu bukan dari kita sebetulnya. Polisi di situ berusaha melakukan negosiasi, tentu tidak mengurung tempat itu seluruhnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Abrori ditangkap Polisi dan Densus 88 Antiteror di kediaman orangtuanya di Desa Khananga, Kecamatan Bolo, Bima, pada Jumat 15 Juli sekira pukul 12.30 Wita.

Abrori diduga terlibat dalam ledakan dan penusukan terhadap anggota Polsek Bolo. Ledakan keras terjadi di Ponpes Umar bin Khattab dan salah seorang pengajar, Firdaus tewas. Polisi belum bisa memastikan keterkaitan ponpes ini dengan jaringan teroris.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Suzuki Address, dari Indonesia Menuju Dunia