JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menjelaskan alasan kenapa nama-nama populer seperti Hasyim Muzadi, Khofifah Indar Parawangsa, dan Syaifullah Yusuf, tak masuk jajaran elit pengurus partai Kakbah itu.
"Kami sudah hubungi Hasyim dan berkata, biar saya (Hasyim) diluar saja, biar saya membantu diluar," ungkapnya di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (25/7/2011).
Khofifah, lanjut SDA, sapaan Suryadharma Ali, itu baru saja terpilih sebagai ketua umum atau pucuk pimpinan Muslimah Nahdatul Ulamah (NU). "Salah satu amanah Kongres Muslinmah itu meminta agar Khofifah tidak terlibat dalam parpol supaya konsenterasi mengurusi muslimah NU yang banyak," katanya. "Tapi karena dia jadi ketum, dia menolak secara halus," sambungnya.
Kemudian Syaifullah Yusuf juga sudah dilakukan komunikasi soal kepengurusannya di NU. "Memang harus mengambil pilihan, mau parpol apa NU. Pertimbangan Syaifullah Yusuf adalah tokoh muda di NU, kader yang bisa tampil. Jadi kader muda di NU, maka kehadiran di NU sangat diperlukan. Jadi dia tak jadi duduk di PPP," katanya.
Susunan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2011-2015 akhirnya terbentuk. Dari sejumlah nama yang muncul, beberapa di antaranya adalah para pengurus lama. Nama-nama pengurus tersebut diumumkan hari ini sebagaimana disebutkan anggota formatur PPP, Amir Uskara, di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.