tragedi sukhoi

Salah Cetak Lagi

Spanduk PDIP: Selamat Berpuasa 1 Syawal 1432 H

TB Ardi Januar - Okezone
Senin, 1 Agustus 2011 15:21 wib
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA – Momen bulan suci Ramadan kerap dimanfaatkan sejumlah partai politik untuk meraih simpati masyarakat. Tak ayal, spanduk dan baliho pun sering dipajang di berbagai sudut untuk sekadar mengucapkan selamat menjalani ibadah puasa.
 
Tindakan tersebut tidaklah negatif. Namun, niat baik itu juga dapat berubah menjadi buah bibir dan bahan tertawaan kalau dalam penyampaiannya terdapat kesalahan. Seperti yang terjadi dengan peristiwa yang satu ini.
 
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Tangerang Selatan mungkin memiliki niat baik untuk mengucapkan ibadah Ramadan kepada umat muslim. Namun, dalam penyampaiannya mereka kedapatan salah menulis tanggal. Tulisan yang seharusnya 1 Ramadan berubah menjadi 1 Syawal. Hal ini pun menjadi perbincangan di BlackBerry Messenger.
 
“Seluruh Keluarga Besar Pengurus Ranting Buaran Mengucapkan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1432 H, Tangerang Selatan”. Demikian bunyi pesan dalam spanduk tersebut. Spanduk itu juga memajang foto Megawati Soekarnoputri bersama logo banteng moncong putih.
 
Sekilas tak ada yang salah dengan spanduk tersebut. Namun, jika dikaji lebih jeli, 1 Syawal adalah ucapan untuk Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan untuk ibadah puasa, umat muslim menunaikannya pada tanggal 1 Ramadan.
 
“1 Syawal mah Lebaran. Di mana-mana Lebaran haram buat puasa. Salah nyetak tuh partai. Atau jangan-jangan mereka pengen langsung Lebaran,” kata seorang warga menyikapi spanduk salah cetak tersebut, Senin (1/8/2011).
 
Insiden salah cetak spanduk yang dilakukan PDI Perjuangan bukan hanya kali ini saja terjadi. Sebelumnya, pada perayaan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, ditulis menjadi tanggal 20 April.
 
Ternyata, kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Padahal, Sang Proklamator Negeri ini yang tak lain adalah ayah kandung Megawati, Soekarno, berpesan agar jangan sekali-kali melupakan sejarah. “PDI Perjuangan harus evaluasi agar kejadian ini tak terjadi lagi,” tandas warga tersebut.

(teb)

  • Kan'an » 0 Tanggapan
    Makanya jgn terlalu banyak kritik orang lain, liat sendiri bagaimana Anda kurang pintar dalam segala hal, karma tuh dr yg Maha Kuasa. Ingat bagaimana waktu Kader Anda memerintah Negeri ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • militan ka'bah » 0 Tanggapan
    ckckckc sungguh terlalu??? sebelum buat itu mbok iya o di cek or tnya dlu?? "ojo dumeh" partai besar trus ngawurr?? makanya jgn trlalu bnyk bgaul ma BANTENG!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • matsuro » 0 Tanggapan
    waalllllaah, piyeeEEE t0
    Beri Tanggapan Laporkan
  • uuth » 0 Tanggapan
    gimana mo pinter rakyatnya.....yg ngasih tau aza udah salah......anggota partai musti di sekolahin lagi kayaknya tuh.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • suryo » 0 Tanggapan
    hahahaha.....lucu banget..komeng kalah lucu tuh
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.