KPI: Tak Pantas Adzan Disisipi Iklan

JAKARTA- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku menerima aduan dari masyarakat terkait iklan yang disisipkan saat adzan maghrib di salah satu stasiun televisi.  

Menurut Ketua KPI, Dadang Rahmat tayangan adzan yang disisipi iklan komersil merupakan hal yang tidak pantas, apalagi adzan maghrib pada bulan Ramadhan menjadi perhatian banyak masyarakat.

 

"Secara prinsip kita Ini adalah masalah kepantasan. Sekarang ini kan adzan menjadi banyak tontonan, kemudian disisipi iklan kan menjadi tidak pantas karena azan ini menjadi ajang komersialisasi,” katanya saat dihubungi okezone, Selasa (2/8/2011).

 

Dadang juga mengatakan KPI juga akan mengawasi program-program selain azan selama bulan suci Ramadhan ini.

 

"Tidak hanya adzan, kita juga akan pantau program-program lain di bulan Ramadhan ini," ujarnya

 

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo mengaku telah mengadukan adzan maghrib yang disisipi iklan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). KPI kata Roy akan menangapi secara serius aduan tersebut.

 

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan iklan tersebut menayangkan produk mobil yang dikemas dalam tayangan adzan. Dalam tanyangan itu tampak jelas logo salah satu merek mobil ditampilkan hampir satu layar televisi penuh.

 

Diceritakan dalam iklan tersebut seorang yang membeli mobil dalam keadaan emosi.

 

“Keseluruhan ceritanya menggambarkan orang yang emosi kemudian membeli kendaran dan membawa pulang. Kental sekali iklannya. Jadi menurut saya tidak etis sekali adzan maghrib dikomersialisasikan." tambahnya.

(opx)
Live Streaming
Logo
breaking news x