Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BPK Audit Anggaran Pemilukada Tangsel

Hasan Kurniawan , Jurnalis-Jum'at, 05 Agustus 2011 |10:00 WIB
BPK Audit Anggaran Pemilukada Tangsel
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

TANGERANG - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Banten melakukan audit anggaran Pemilukada Tangerang Selatan (Tangsel) 2010 putaran pertama, yang menelan biaya APBD senilai Rp26 miliar dan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Rp13 miliar.

Pemeriksaan dilakukan setiap hari, mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB, selama satu bulan, sejak 25 Juli hingga 28 Agustus 2011 oleh tim BPK Provinsi Banten. Anggota tim yang melakukan pemeriksaan berjumlah empat orang, terdiri dari dua orang anggota dan penanggung jawab.

"Kita akan periksa KPU Kota Tangsel, terkait penggunaan anggaran Pemilu tahap pertama dan PSU," ujar Ketua Tim Pemeriksaan BPK Provinsi Banten, Nur Budiyanto, Jumat (5/9/2011).

Selanjutnya, hasil pemeriksaan akan dilaporkan ke BPK pusat untuk ditindaklanjuti dan diberikan sanksi jika terjadi penyelewengan dalam penggunaannya. Saat ini, proses pemeriksaan berkas sudah mencapai 60 persen.

"Hingga kini, sudah 60 persen data keuangan dari KPUD Tangsel yang terkumpul. Baik pelaksanaan Pemilu tahap pertama maupun PSU," terangnya.

Terkait dugaan penyalahgunaan anggaran, Budi mengaku masih belum bisa memastikan, lantaran pemeriksaan masih terus berjalan dan kesimpulan pemeriksaan tersebut masih belum dilakukan.

"Ada tidaknya temuan, nanti akan kita sampaikan setelah ada kesimpulan pemeriksaan berkas. Semua hasil pemeriksaan ini akan disampaikan terlebih dahulu kepada pimpinan BPK," jelasnya.

Terpisah, Ketua KPUD Kota Tangsel Iman Perwira Bachsan menyatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan BPK dengan menyiapkan semua berkas penggunaan keuangan tahap pertama dan kedua.

Dijelaskan, anggaran Pemilukada tahap pertama sebesar Rp26 miliar, berasal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel. Total anggaran itu, hanya digunakan sebesar Rp21 miliar lebih dan sisanya Rp4,5 miliar.

"Untuk pemungutan suara ulang. Dari anggaran yang diterima sebesar Rp13 miliar, masih sisa Rp400 juta. Semua berkas penggunaan anggaran sudah kita serahkan ke BPK," ungkapnya. (ded)
 

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement