Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pasca-Ledakan di DPRD, Morotai Masih Mencekam

Usman Sidik Dana Ezha , Jurnalis-Jum'at, 19 Agustus 2011 |10:25 WIB
Pasca-Ledakan di DPRD, Morotai Masih Mencekam
(bappeda-morotai.com)
A
A
A

MOROTAI- Suasana Kabupaten Kepulauan Morotai, Maluku Utara, masih mencekam pasca-ledakan keras di Kantor DPRD pada Kamis dini hari kemarin.
 
Ratusan polisi dan Polres Halmahera Utara dan Polda Maluku Utara masih berjaga-jaga di beberapa lokasi. Kantor Bupati tidak luput dari penjagaan ketat polisi. Pada Kamis sekira pukul 17.00 WIT kemarin terjadi kerusahan di mana kantor bupati menjadi sasaran amuk massa yang menolak hasil pemilukada.

Dari fakta ini, semakin menguatkan dugaan bahwa bom yang meledak di kantor DPRD terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menganulir keputusan KPUD yang memenangkan pasangan Arsad Sardan dan Demianus Ice sebagai bupati dan wakil bupati.

Informasi dari sumber Kepolisian di lokasi menyebutkan, ada tiga titik yang menjadi sasaran ledakan bom berikutnya. Bom tersebut rencananya akan diledakkan pada Kamis malam, namun urung dilakukan karena polisi sudah mengantisipasinya. Daerah-daerah rawan tersebut sudah dijaga sangat ketat.

Namun, polisi hingga hari ini belum bisa mengidentifikasi pelaku peledakan. Olah TKP juga gagal digelar kemarin karena masih menunggu Tim Laboratorium Forensik dari Polda Sulselbar. Rencananya Kapolda Malut akan meninjau lokasi pada Jumat sore ini. Maklum, Kabupaten Kepulauan Morotai sangat jauh dari ibu kota provinsi. Dibutuhkan perjalanan setidaknya tujuh hingga delapan jam dari Ternate menggunakan speedboat. Itu pun harus berhenti di beberapa lokasi. Belum lagi cuaca yang tidak menentu dan ombak yang keras.

Sementara itu berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (19/8/2011), suasana masih mencekam. Tidak ada aktivitas yang normal di pusat kota. Warga memilih menghindari keramaian kota untuk menghindari aksi kekerasan dari dua kubu. Meski demikian aktivitas pasar dan perdagangan di pinggiran kota terlihat normal.

Pada Kamis kemarin didatangkan bantuan satu peleton Brimob untuk mengantisipasi aksi anarkis.

Ruang rapat paripurna DPRD yang menjadi sasaran bom, masih dipasangi garis polisi. Tidak ada satu pun yang boleh masuk ke dalam. Aktivitas pegawai dan anggota dewan juga belum normal. Hanya terlihat dua atau tiga pegawai di lokasi. Dugaan sementara jenis bom rakitan yang dibuat menggunakan tangki lampu petromaks.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement