tragedi sukhoi

Paranormal Ikut Cari Korban KM Sri Murah Rejeki

Rohmat - Okezone
Minggu, 25 September 2011 03:04 wib

DENPASAR - Setelah empat hari upaya Tim SAR Gabungan mencari 13 korban tenggelam KM Sri Murah Rejeki, tetap tidak membuahkan hasil, kini paranormal pun dilibatkan.

Pada pencarian hari keempat, dilakukan dengan penyisiran darat, laut, dan udara lebih luas lagi dari sebelumnya hingga 13 mil dari lokasi kejadian di perairan Nusa Lembongan. "Sebenarnya pencarian kami sudah maksimal dengan mengerahkan semua unsur kekuatan dan potensi lainnya, namun toh tetap hasilnya nihil," aku Ketua SAR Denpasar I Ketut Parwa, Sabtu (24/9/2011).

Demikian pula, dari kendala cuaca relatif tidak ada hambatan berarti karena cuaca cerah demikian juga arus dan angin tergolong normal. "Memang ada perubahan arus cukup cepat jika sebelumnya dari barat ke timur sekarang, beralih timur ke barat, namun tidak menghalangi upaya pencarian," ulasnya.

Melihat kenyataan itu, maka pihaknya mempercayai bahwa harus ada keseimbangan dalam berusaha baik tidak hanya secara skala atau lahiriah namun juga secara niskala atau batiniah doa. Pihak Camat Nusa Penida juga tengah berencana melaksanakan upacara di sekitar pantai untuk meminta pertolongan agar 13 korban segera ditemukan.

Hal lain yang juga dilakukan kata Parwa, adalah meminta bantuan orang pintar atau paranormal. Cara ini meski diluar akal sehat namun dalam beberapa kasus juga terbukti mampu membantu pencarian korban di laut."Ya terus terang selain upaya pencarian yang sudah dilakukan selama ini, kami juga sudah minta bantuan orang pintar, " aku Parwa.

Dari petunjuk orang pintar itu diketahui, jika 13 korban masih berada di bawah laut atau persisnya tersembunyi di palung laut di sekitar lokasi, sehingga belum muncul ke permukaan. Pihaknya berharap secepatnya korban bisa segera ditemukan sebagaimana harapan para keluarga korban kapal nahas itu. Untuk operasi pencarian secara resmi, sesuai prosedur dilakukan maksimal hingga hari ketujuh atau jatuh pada Selasa 27 September ini.

Namun tetap saja, hal itu melihat kondisi di lapangan, jika dipandang ada hal-hal penting yang dipandang bisa membantu menemukan korban, bisa saja operasi pencarian dilanjutkan kembali.

Seperti diketahui, KM Sri Murah Rejeki tenggelam di perairan Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali pada Rabu 21 September sekira pukul 02.40 Wita. Dalam insiden itu 11 orang tewas, 11 orang selamat dan 13 orang lainnya hilang masih dalam pencarian.   

(ram)