Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tyasno Kritik Kepemimpinan SBY

Bagus Santosa , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2011 |18:03 WIB
Tyasno Kritik Kepemimpinan SBY
Mantan Kasad Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto (Aljazera)
A
A
A

JAKARTA -  Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, mengkritisi kepimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dia menilai, pemerintah telah gagal menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan negara dari ancaman asing. Tyasno mencontohkan, persoalan perbatasan Indonesia-Malaysia yang seakan tidak ada habisnya.

Bahkan, dia mengibaratkan pemerintah sekarang ini ibarat ‘kambing’. Berbeda saat era kepemimpinan Soekarno dan Soeharto, dimana Indonesia dinilai sebagai ‘macan’ di Asia.

"Kedautalan harga diri bangsa tergantung pemimpinnya. Kalau pemimpinanya 'macan' kedaulatan kita akan ditakuti, tapi kalau pemimpin bangsa ini 'Kambing' pasti kita selalu diganggu oleh negara lain," ucapnya saat diskusi di Galeri Cafe,  Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Jumat (14/10/2011).

Menurutnya, Pemerintah sekarang sudah kalah dalam hal apapun dengan negara tetangga, khususnya Malaysia. Malahan banyak warga negara kita yang bangga dengan negeri Jiran Malaysia itu.

"Pemimpin sekarang sudah rusak, bagaimana kita memperhatikan batas wilayah. Sekarang Malaysia sudah maju, sedangkan rakyat kita di sana terbelakang. Jadi seolah-olah rakyat kita mencintai negara orang," ucapnya.

Melihat hal itu, kata Tyasno, peran Presiden kini tak mampu lagi melindungi warga negara dan tanah airnya. Karena itu dibutuhkan pengganti pimipinan nasional yang baru.

"Jadi sebenarnya, SBY sudah tidak layak lagi menjadi Presiden. Dan bila DPR tidak bisa bertindak, rakyatlah yang harus bertindak untuk menganti pemipin nasional," tegasnya.

(Amril Amarullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement