BOGOR - Kejaksaan Agung (Kejagung) menggelar Rapat Kerja tahun 2011. Raker kali ini bertema 'Optimilasasi Kinerja dan Penguatan Institusi Menuju Kejaksaan RI yang Profesional, Bermartabat, Adil, dan Berhati Nurani'.
Jaksa Agung RI, Basrief Arief mengatakan, dalam menciptakan profesionalitas di jajaran Korps Adhyaksa, Kejagung akan fokus memperbaiki kinerja para jaksa agar kian profesional dan berkualitas.
"Targetnya bagaimana publik bisa mempercayai kinerja kejaksaan. Dalam rangka mewujudkan itu, kita akan merumuskan penguatan terhadap institusi dan peningkatan kualitas SDM dan penyelesaian perkara baik di pidum (pidana umum) maupun di pidsus (pidana khusus)," terang Basrief pada Raker Kejagung, di Hotel Yasmin, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/11/2011).
Basrief menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi secara komprehensif sehingga diharapkan ke depan para jaksa dapat melakukan kewajiban secara profesional, transparan dan berhati nurani. Pada raker kali ini, pemulihan aset (asset recovery) turut menjadi topik utama pembahasan.
"Iya, jadi masalah asset recovery akan menjadi topik utama. Percuma kita menghukum orang tapi tidak bisa mengembalikan kerugian negara. Untuk itu, kita akan bahas ke depannya bagaimana kita bisa mengamankan aset negara terkait kerugian negara akibat korupsi," paparnya.
"Saya berulang-ulang mengatakan kepada teman-teman jaksa, ada bau saja perbuatan terindikasi korupsi sita dulu. Jadi kita sita dulu sebanyak-banyaknya, baru dibuktikan nanti saat di proses penyidikan sehingga bisa dipertanggung jawabkan sebagai barang bukti," katanya lagi.
Sedangkan pada tahap kedua lanjut Basrief, ketika dilakukan penyidikan dan penuntutan apabila masih belum maksimal terhadap barang bukti yang disita, maka jaksa dapat melakukan penyitaan kembali dalam rangka uang kembali.
"Tapi saya cenderung menginginkan yang pertama, dimana dalam tahap awal penyidikan korupsi kita bisa melakukan upaya paksa berupa penyitaan," pungkasnya.
(Amril Amarullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.