Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BPK Harus Berani Bongkar Dana Century

Susi Fatimah , Jurnalis-Selasa, 06 Desember 2011 |07:18 WIB
BPK Harus Berani Bongkar Dana Century
Foto: dok okezone
A
A
A

JAKARTA – Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan aliran dana Bank Century dapat terungkap jika audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) fokus pada transaksi bank yang melakukan setoran tunai ke Bank Indonesia di luar kelaziman pada periode November 2008 hingga Maret 2009 menjelang Pemilu Legislatif 2009.
 
Bambang menjelaskan untuk menelusuri aliran dana yang keluar dari bank dapat di mulai dengan meneliti seluruh fasilitas back to back yang dibukukan pada bank lain di luar negeri, dimana fasilitas tersebut dijamin oleh penempatan dana bank dalam bentuk placement maupun deposit pada bank tersebut. Tercatat ada dua bank di luar negeri yang memberikan fasilitas back to back tersebut yaitu Credit Suisse Singapore dan Saudi National Commercial Bank. Di samping itu ada dua bank lokal, yaitu DBS Bank Indonesia dan Bank Internasional Indonesia.
 
“Seluruh dana yang dijaminkan untuk fasilitas back to back di bank luar negeri maupun dalam negeri telah dieksekusi dengan melaksanakan set-off, jumlahnya mencapai Rp5 triliun lebih,” ujar Bambang dalam rilis yang diterima okezone, Senin (5/12/2011).
 
Jika diperhatikan menurut laporan audit, sambung Bambang, tanggal eksekusi dari 'setting off' tersebut terjadi pada akhir tahun 2008 dan bulan Maret 2009 pasca bailout. “Jadi, BPK sesungguhnya tidak sulit untuk membongkar aliran dana Bank Century. Pertanyaannya, berani dan punya nyali atau tidak. Jangan-jangan juga ikut tersandera seperti beberapa pimpinan KPK yang lama,” kata Wakil Bendahara Umum Partai Golkar ini.
 
Bambang melihat pintu keluar dana Century tersebut pertama kali dengan cara tunai aan back to back lain yang diberikan oleh Saudi Nasional Cemmercial Bank dan Credit Suisse Singapore dengan menggunakan jaminan placement Bank Century.
 
“Nah, yang tunai ini, siapapun yang menerima pasti tidak mungkin disimpan di rumah. Pasti dimasukan lagi ke sistem perbankan. Tinggal sekarang dilihat saja sekitar periode 2 sampai 3 bulan pasca bailout tersebut bank mana yang melakukan penyetoran tunai ke BI diluar kelaziman. Pasti nanti akan ketemu siapa pemilik rekening di bank tersebut. Data LSM Bendera yang menyebutkan sejumlah lembaga, nama anggota tim sukses pilpres tertentu dan nama-nama penting lainnya, bisa saja dijadikan bahan penelusuran BPK dalam audit forensik aliran dana Bank Century,” paparnya.
 
Bambang menyayangkan audit investigasi BPK yang lalu tidak membahas secara dalam analisis mengenai setoran-setoran tunai tersebut dan hanya disajikan sebagai laporan. “Mestinya mereka memberikan pendapat perihal kejanggalan tersebut,” tutupnya. (sus)

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement