JAKARTA - Meski Presiden Nigeria Goodluck Jonathan telah mengumukan situasi darurat, khususnya kawasan Nigeria utara dan tengah, namun pemerintah belum menanggap perlu mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Nigeria.
"Tidak harus selalu (dievakuasi). Kecuali kalau ada yang terjebak harus evakuasi," kata Staf Khusus Presiden Bidang Luar negeri Teuku Faizasyah di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/1/2012).
Hanya saja, Faizasyah meminta para WNI yang sedang berada di Nigeria untuk meningkatkan kewaspadaan. Termasuk petugas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nigeria.
Kondisi darurat Nigeria seperti saat ini, kata bekas juru bicara Kementerian Luar Negeri ini, memang bukan kali pertama terjadi. Dan saat ini perwakilan Indonesia di Nigeria telah melakukan pengecekan langsung di lapangan, daerah mana saja yang dinilai berbahaya maupun kawasan yang dianggap masih stabil.
“Kita pastikan wilayah yang kondisinya tidak stabil, diidentifikasi, lalu kita imbau (WNI) untuk tidak melakukan akitiftas," tukasnya.
Seperti diberitakan, Nigeria tengah diguncang aksi pengeboman yang dituding dilakukan oleh kelompok militan Boko Haram. Dalam aksi tersebut sedikitnya 39 orang tewas.
Militan Boko Haram juga dituding berada di balik bentrokan yang pada Sabtu lalu, yang dipicu terkait sengketa lahan kemudian berkembang menjadi kekerasan antaretnis. Sekira 50 orang tewas dalam bentrokan ini.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.