getting time...

Polantas Jadi "ATM" Jenderal Polisi

K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Kamis, 2 Februari 2012 09:36 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Kemacetan lalu lintas di Jakarta dirasakan semakin parah. Kepadatan kendaraan di ruas jalan Ibu Kota tidak hanya terjadi pada saat jam berangkat atau pulang kerja.

Hari libur sekalipun, macet di jalanan Jakarta seakan tak terelakkan. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, itu terjadi lantaran pemilihan pejabat di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tidak sehat.

"Posisi strategis di lalu lintas Polda Metro Jaya seharusnya dijabat oleh orang yang mengerti kemacetan di Jakarta, sehingga bisa kurangi kemacetan. Namun karena pejabat Polda tersebut dianggap sebagai mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), maka sering abaikan kualitas. Prioritas yang dekat dengan pejabat tinggi," kata Neta saat berbincang dengan okezone, Kamis (2/2/2012).

Dia menambahkan, kursi panas di bagian lalu lintas biasanya diperebutkan para oknum polisi yang berpangkat tinggi dan memasukkan keluarganya di bagian tersebut.
 
"Kita punya data, sejumlah pejabat di jajaran tengah Lantas Polda merupakan keluarga besar jendral, ada unsur kroninya," terangnya. (tri)

(crl)

  • wong sinting » 1 Tanggapan
    Ni orang aneh2 aja. Cari sensasi dia. Kemacetan di Jakarta bukan karena Polisi. Apa ga liat Polisi dah kayak aspal, kena debu tiap hari. Semua orang tahu, kemacetan karena tidak sesuai antara jalan dan kendaraan. Itu aja. Ga usah lebay ni orang
    • wayan suasta
      Untuk mengatasi kemacetan di berbagai kota besar di Indonesia, saya rasa polisi sudah berupaya maksimal, namun kita tetap melihat ketika terjadi kemacetan langsung menyalahkan polisi, sementara kemacetan yg terjadi karena Volume jalan dengan Volume yg tidak seimbang, sudah ada pasilitas angkutan masal ayo pakai itu untuk kurangi kemacetan " Mari Ikut peduli untuk mengurangi kemacetan "
    Beri Tanggapan Laporkan
  • komentator » 0 Tanggapan
    Mungkin ada baiknya, klo sim d terbitkan oleh dephub.. Rambu2, ijin trayek, kir jg dephub yg menerbitkan.. Kenapa gk sim & plat nomor serta bpkb, stnk sekalian d terbitkan dephub? jd klo ada pelanggaran dlm penerbitannya, polisi bs langsung mengawasi..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bernard » 0 Tanggapan
    Jika IPW bisa memperbaiki setidak nya menghilangkan budaya kkn di tubuh polri maka saya angkat jempol,kebiasaan itu memang benar2 terjadi..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.