BANDUNG - Aparat gabungan dari beberapa Polsek dan Polres Garut diturunkan untuk mencari mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB), Angelina Yofanka, yang hilang saat arung jeram di Sungai Cikandang, Pakenjeng, Kota Garut, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Martinus Sitompul mengatakan, mahasiswa tersebut hilang di Kecamatan Pakenjeng yang jaraknya sekira tiga jam dari kota Garut.
“Sampai saat ini masih dilakukan pencarian baik dari tim SAR gabungan termasuk Polsek dan Polres Garut juga SAR Kabupaten Garut dan Bandung," papar Martin melalui pesan singkatnya kepada wartawan.
Martin mengakui, sejauh ini pencarian belum membuahkan hasil. Terlebih hujan yang turun menghambat penyisiran.
Dia menjelaskan hujan menyebabkan debit air sungai tinggi. Karena itu pencarian baru bisa dilakukan pagi ini.
Seperti diketahui, Angelina hanyut saat melakukan arung jeram bersama rekan-rekannya dari Komunitas Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) ITB pada Minggu 5 Februari sore lalu.
Beradasarkan informasi dari Camat Pakenjeng Ahmad Mawardi, mahasiswi semester IV Teknik Kelautan itu hanyut ketika perahu karet yang ditumpangi beserta lima rekannya membentur batu di kawasan Leuwi Peer, Kampung Cibihbul, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng.
“Perahunya miring dan terbalik seketika. Saat itu arus air sungai memang sedang deras,” kata Ahmad Mawardi.
Sementara penuturan saksi yang juga rekan korban mahasiswi asal Jakarta itu langsung loncat ke tengah derasnya arus sungai. Namun, setelah kejadian itu korban tidak muncul kembali ke permukaan.
Menurutnya, kemungkinan korban terjepit dan terjebak di dasar sungai. Kedalaman sungai itu sendiri mencapai sembilan meter.
Sungai Cikandang kerap dijadikan sebagai lokasi olahraga arung jeram. Derasnya air sungai berikut kumpulan batu-batu alam di tengah sungai membuat lokasi tersebut menarik untuk salah satu olahraga ekstrem ini.
(ton)