Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dinsos Cek Info 1 Keluarga Tinggal di Goa karena Miskin

Muhammad Subhan , Jurnalis-Kamis, 09 Februari 2012 |08:02 WIB
Dinsos Cek Info 1 Keluarga Tinggal di Goa karena Miskin
Pintu masuk ke goa yang ditinggali keluarga Hamdan (Dok: Sindo TV/M Subhan)
A
A
A

PANGKEP - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep Syamsul Ibadi Anis mengaku baru tahu ada sebuah keluarga di Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang tinggal di goa.
 
Syamsul mengaku baru mengetahui tentang keluarga Hamdan yang tinggal di goa dari pemberitaan di media massa.

“Saya tidak tahu itu. Saya juga nonton itu dari televisi,” ujar Anis, Rabu (8/2/2012).

Dia menyesalkan pihak pemerintah setempat yang tidak malaporkan ada keluarga yang tinggal dalam goa. Namun begitu Syamsul berjanji segera melaporkan hal ini kepada Bupati Pangkep agar segera direspons.

“Sampai sekarang saya belum dapat laporan tentang keluarga itu. Saya sesalkan kenapa tidak ada laporan hal ini. Tapi dalam waktu dekat akan segera kami bantu,” ucapnya.

Sementara itu pihak Kecamatan Tondong Tallasa menilai Hamdan dengan keluarganya tinggal di goa bukan karena faktor kemisikinan.

Camat Tondong Tallasa Muhammad Anas mengatakan desa tempat tinggal Hamdan dan keluarganya yakni Bantimurung bukan termasuk daerah tertinggal.

Anas menganggap aksi Hamdan dengan tinggal di goa hanya ingin merasakan sensasi berbeda.

“Saya kira bukan karena kemiskinan. Dia mungkin mau merasakan sensasi berbeda. Dia kan karyawan di perusahaan marmer,” ujar Anas.

Dia menuturkan, sebenarnya Hamdan adalah pecinta seni. Anas berspekulasi bahwa alasan Hamdan tinggal di goa karena jiwa seninya.

Seperti diberitakan Hamdan, istrinya Sinta, dan tiga anak mereka, sudah enam tahun mendiami rumah batu berongga itu.

Hamdan mengaku tinggal di goa karena tidak punya biaya untuk membeli atau mengontrak rumah. Dia bekerja sebagai sekuriti di sebuah perusahaan pertambangan marmer dengan gaji hanya Rp900 ribu per bulan.

Goa itu sudah sangat lekat dengan keluarga Hamdan. Bahkan anak bungsunya lahir di tempat itu.

Jika musim hujan datang, Hamdan harus waspada lantaran atap daun Rumbia yang menutup bagian atap yang terbuka tidak cukup kuat menahan hujan, sehingga bagian dalam rumah mereka ini seringkali tergenang karena hujan.

Hamdan mengaku pasrah dengan kondisi tempat tinggalnya. Dia berharap Pemerintah Kabupaten Pangkep bisa memperbaiki atap rumahnya dengan seng agar keluarga tidak kebasahan jika hujan turun.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement