Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

'Kalau Otaknya Ngeres, Pakai Kebaya pun Dibilang Seronok'

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 06 Maret 2012 |16:46 WIB
'Kalau Otaknya <i>Ngeres</i>, Pakai Kebaya pun Dibilang Seronok'
ilustrasi (dok.okz)
A
A
A

JAKARTA- Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan tidak setuju perempuan di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dilarang menggunakan busana yang dianggap seksi.

"Menurut saya tidak pernah ada pakaian yang dibilang seronok dan ekstrem di DPR," kata Ramadhan di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2012).

Ramadhan menilai, seksi atau tidaknya seorang perempuan tergantung individunya.

"Kalau otak kita ngeres pakai kebaya saja bisa ngeres. Otak kita bersihkan dulu," imbuhnya.

Karena itu dia mengkritisi kebijakan Sekretariat Jenderal DPR itu yang dinilai tidak masuk akal.

Kebijakan lain yang dia kritisi adalah larangan wartawan bertanya kepada anggota DPR. "Saya lihat di empat benua ini, tidak ada wartawan yang door stop dilarang," paparnya.

Namun menurutnya, ada juga peraturan yang patut diterapkan di DPR. Misalnya larangan menggunakan sendal jepit di lingkungan DPR.

"Boleh lah diatur, tapi jangan berlebihan. Contohnya kalau pakai sendal jempit ya jangan dong. Di DPR kita berpikir untuk bekerja dan tidak ada seksi-seksian," pungkasnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement