JAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali enggan mengomentari terkait rencana perluasan privatisasi haji yang diusulkan oleh Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie beberapa waktu lalu.
"Saya tidak mau menanggapi," ujar Suryadharma Ali di Jakarta Convention Centre, Senin (12/3/2012).
Kata SDA, sapaan Suryadharma Ali, pihaknya akan menjawab terkait hal itu dalam waktu dekat.
"Saya lagi siapkan bahan nanti undang teman-teman wartawan untuk menjelaskan isu-isu aktual.
Soal pemisahan penyelenggaraan ibadah haji ke badan khusus dan morartorium (pendaftaran haji), saya akan sampaikan. Saya akan susun bahannya," tutur Ketua Umum PPP ini.
Sebelumnya, Ical, sapaan Aburizal Bakrie mengatakan meningkatnya jumlah masyarakat Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji mengakibatkan antrean panjang keberangkatan. Oleh karenanya, Indonesia perlu memberlakukan moratorium haji, mengingat jumlah antrean haji sampai saat ini berjumlah 1,4 juta.
Hal tersebut diungkapkan Ical saat berpidato di seminar tentang penyelenggaraan haji yang profesional dan amanah yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara IV DPR, Jakarta, Senin 5 Maret lalu.
Pada kesempatan itu, Ical juga mengimbau pemerintah untuk memberi peluang bagi penyelenggara swasta (privatisasi haji). Harapannya agar terjadi semacam kompetisi dalam proses tersebut.
"Kompetisi selalu menurunkan harga dan peningkatan pelayanan. Karena itu, sepertinya perlu ada pembukaan persaingan oleh swasta. Maka setidaknya ada peningkatan kualitas. Enggak usah banyak-banyak. Kasih saja 10 persen pengelolaan kepada swasta, tentu akan muncul kompetisi," tandas Ical.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.