PADANG - Tak terima usaha besi tuanya ditertibkan petugas Satpol PP Kota Padang, Sumatera Barat, Syaril (49) tahun mengamuk dan membacok Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Satpol PP Adlin, siang tadi.
Kepala Satpol PP Kota Padang, Yadrizon mengatakan saat itu petugas melakukan razia gabungan menertibkan pedagang di trotoar di Jalan Sutan Syahrir.
“Namun saat penertiban dilakukan seorang pedagang mengamuk dan membacok tangan kanan petugas di lapangan, pelaku langsung menangkap pelakunya dan dibawa ke Polresta Padang,” kata Yadrizon saat dihubungi okezone, Kamis (15/3/2012).
Menurut Yadrizon, kasus ini sudah diserahkan ke polisi untuk ditindak secara hukum.
Sementara itu saat diperiksa di Mapolreta Padang, Syaril mengaku tidak menerima tindakan yang dilakukan para Satpol PP dengan menertibkan usahanya. Dia beralasan usahanya legal dan membayar pajak kepada pemerintah.
“Semua barang-barang saya sudah saya letakkan dengan rapi di trotoar. Di daerah itu tidak ramai jadi enggak mengganggu pejalan kaki,” jelas Syaril.
Peristiwa terjadi, saat anggota Satpol PP mendatangi tempat usahanya. Saat itu Syaril berada di rumahnya di Jundul Rawan. Dia mendapat nomor kabar dari keluarganya bahwa barang-barang miliknya diangkat petugas.
“Saya langsung datang ke lokasi dan melihat memang benar barang saya dibawa. Saya sempat perang mulut dengan petugas. Saya juga berjanji akan menertibkan sendiri,” ujarnya.
Namun, lanjut dia, petugas Sarpol PP tetap mengangkat barangnya. Tidak terima, dia langsung mengambil golok dari mobilnya dan memburu Adlin. Saat dikejar, korban terjatuh dan sempat ditendang dua kali.
“Saya tidak bisa mengendalikan emosi. Saya langsung membacok Satpol PP Padang,” sambungnya.
Beruntung Adlin bisa menangkis, meski tangan kananya robek lebar akibat sabetan golok. Jika tidak menangkis, nasib Adlin bisa lebih parah karena golok diarahkan ke kepalanya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.