Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tindakan Represif Polisi Justru Bikin Mahasiswa Makin Berani

Tindakan Represif Polisi Justru Bikin Mahasiswa Makin Berani
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tindakan represif aparat kepolisian terhadap aktivis mahasiswa dinilai tidak akan efektif dalam meredam reaksi penolakan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Polisi yang bersikap agresif justru akan memunculkan sentimen dari kalangan mahasiswa itu sendiri terhadap aparat.

"Dengan memperlihatkan represifitas, polisi berharap akan ada efek psikologis kepada mahasiswa dan kelompok lain yang ingin demo menolak kenaikan BBM. Biasanya metode ini, tidak akan banyak membantu, sebaliknya akan menimbulkan sikap lebih berani dari mahasiswa untuk aksi dan juga akan menimbulkan efek munculnya solidaritas di berbagai tempat di seluruh indonesia," terang Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti kepada okezone melalui sambungan telepon, Jumat (16/3/2012) malam.

Dia kemudian bercerita saat dirinya menjadi aktivis 98 di era orde baru. Pukulan anggota TNI  maupun aparat kepolisian justru membuat dirinya menjadi berani dan radikal.

"Pengalaman kita dahulu waktu jadi aktivis di era orde baru, pukulan tentara dan polisi menjadi alat pacu untuk lebih berani dan lebih radikal bukannya surut, malah membuat kita tertantang untuk lebih sering aksi," tutur pria yang kerap memakai peci hitam itu.

Menurut Ray, tindakan represif aparat kepolisian bisa juga untuk tujuan lain. "Represifitas polisi juga bisa untuk tujuan yang lain, yakni agar gerakan-gerakan mahasiswa lebih sibuk menggalang solidaritas antar teman dari pada isu anti kenaikan BBM nya," tutupnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement