JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Saleh Abdurrahman, mengatakan solusi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan mengalokasikan subsidi BBM tersebut ke Bahan Bakar Gas (BBG).
Dikatakannya, tawaran tersebut dikarenakan konversi ke BBG dinilai lebih hemat anggaran dan lebih dapat dijangkau oleh masyarakat.
"BBM naik karena cost production tinggi rata-rata impor, dan ini merupakan mekanisme harga pasar, sehingga kita akan lakukan sosialisasi ke BBG. Kita sudah komunikasi ke perusahan pemilik kendaraan untuk melakukan konverter (gas)," terang Saleh, dalam diskusi dengan tema "Pusing Pala Rakyat", di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4/2015)
Lanjut Saleh, menuturkan pemerintah tengah merencanakan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas. "Sekarang ini kita akan membangun 22 SPBG, dengan membutuhan anggaran Rp26 triliun," katanya