Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

SBY Bertolak ke Beijing

Susi Fatimah , Jurnalis-Kamis, 22 Maret 2012 |08:06 WIB
SBY Bertolak ke Beijing
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
A
A
A

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan akan bertolak menuju Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pagi ini sekira pukul 10.00 WIB dari Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
 
Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan di Beijing agenda Presiden akan diawali dengan pertemuan bilateral dengan Presiden Hu Jintao dan PM Wen Jiabao. Dalam pertemuan ini, Presiden akan menyaksikan penandatanganan beberapa nota kesepahaman, antara lain MoU on Maritime Cooperation, MoU on Cooperation in Narcotic Drugs, Psychoptropic Substances and Precursor Chemical Control, MoU Concerning Archieves Cooperation, dan MoU on Exchange of External Merchandise Trade Statistical Data. 
 
Presiden Yudhoyono juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Kongres Nasional Rakyat Wu Bangguo dan Anggota Politburo Tetap Partai Komunis Tiongkok Li Changchun.
 
Selain bertemu dengan para pemimpin RRT, Presiden juga akan bertemu dengan beberapa CEO terkemuka di Tiongkok dan menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Tsinghua dalam rangka menerima gelar Doktor Honoris Causa dari universitas tersebut. 
 
Seusai kunjungan kenegaraan ke Beijing, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan akan bertolak menuju ke Hong Kong pada 24 Maret 2012. Kunjungan kerja ke Hong Kong ditujukan untuk meningkatkan dan memperluas hubungan dan kerja sama Indonesia-Hong Kong, khususnya di bidang ekonomi.
 
Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan bertemu dengan Chief Executive Hong Kong Special Administrative Region, Donald Tsang, untuk membicarakan upaya bersama guna meningkatkan kerja sama dalam bidang pembangunan, ketenagakerjaan, perdagangan, investasi, pendidikan, pariwisata dan sosial budaya.
 
Presiden Yudhoyono juga akan bertemu dengan sejumlah pimpinan perusahaan Hong Kong untuk mengajak mereka berinvestasi secara nyata di Indonesia dan berpartisipasi dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
 
Dalam kunjungan ini, Presiden Yudhoyono secara khusus meluangkan waktu untuk berdialog dengan masyarakat Indonesia di Hongkong, termasuk para TKI.
 
Dari Hong Kong Presiden Yudhoyono akan bertolak ke Seoul, Korea Selatan, untuk menghadiri KTT Keamanan Nuklir Kedua (Second Nuclear Security Summit) dan melakukan kunjungan kenegaraan. Kegiatan Presiden Yudhoyono di Korea Selatan berlangsung dari 26-29 Maret 2012. 
 
Selama acara KTT Keamanan Nuklir yang berlangsung pada 26-27 Maret 2012, Presiden akan menyampaikan serangkaian pidato terkait isu-isu yang menjadi bahasan KTT, antara lain Nuclear Security-Safety Interface dan National Measures and International Cooperation to Enhance Nuclear Security, including Future Commitments. 
 
Sementara pada 28–29 Maret 2012, Presiden telah dijadwalkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Lee Myung-Bak dan pertemuan dengan kalangan pebisnis Korea Selatan. Keduanya juga akan menyaksikan penandatanganan dua buah nota kesepahaman, yakni MoU on Comprehensive Energy Cooperation dan MoU on Transportation.
 
Dengan rencana rangkaian kunjungan Presiden tersebut, Faizasyah mengatakan kunjungan tersebut akan semakin memperkokoh hubungan dan kerjasama kedua negara.
 
”Diharapkan pula kunjungan tersebut dapat semakin merealisasikan berbagai kerangka kerja sama yang tertuang di dalam kemitraan strategis antara Indonesia dan masing-masing kedua negara tersebut," tuturnya.

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement