JAKARTA- Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berlaku diskriminatif terhadap para terduga koruptor.
Menurut pengacara Badan Bantuan Hukun dan Advokasi PDIP Yanwar Prawira Wasesa KPK cenderung berani menahan para calon koruptor dari partai berlambang banteng moncong putih dibandingkan dengan partai-partai lain. "Mereka mempertontonkan perlakuan diskriminatif terhadap kader-kader PDIP. Sementara kita tahu terhadap kader-kader lain. Mereka sangat diskriminatif," kata Yanwar di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2012).
Yanwar yang kini menjadi pengacara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Murdoko, mencontohkan, kasus Murdoko adalah contoh kecil kasus perlakuan diskriminatif KPK. "KPK Kembali mempertunjukan tontonan yang tidak lucu," katanya.
KPK hari ini memang memutuskan menahan kader PDIP Murdoko setelah diperiksa selama delapan jam. Murdoko bersama mantan Bupati Kendal, Hendy Boedoro dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kendal, Warsa Susilo, diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam penggunaan dana rekening giro Pemerintah Kabupaten Kendal 2003/2004.
Yanwar menuding perlakuan KPK terhadap Murdoko berbanding terbalik dengan yang diterima kader-kader partai lain, seperti Angelina Sondakh dari Partai Demokrat. Angelina merupakan salah satu kader Demokrat yang menjadi tersangka kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games.
"Angie misalnya, apa yang mereka lakukan? (Mereka) perlakuan mereka sangat istimewa. Sementara kader-kader PDIP diperlakukan seperti ini," katanya.
Yanwar menantang KPK berdebat ihwal tuduhan diskrimasi di pengadilan. "Saya tidak mau berbicara substansi. Mari kita berdebat di pengadilan," tegas dia.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.