JAKARTA - Gagasan Ahmad Mubarok tentang penerapan sistem konvensi penentuan calon presiden yang akan diusung Partai Demokrat menuai pro-kontra. Sejumlah kader Demokrat merasa keberatan, namun tak sedikit yang tertarik dan mencoba mengelaborasi.
Dalam kaitan ini, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie menegaskan tidak ada yang salah dengan gagasan mengusung sistem konvensi.
"Tidak salah orang mengusulkan konvensi, JK, itu bagus-bagus saja. Tapi majelis tingginya belum. Jadi apapun yang berbicara saat ini adalah urusan pribadi. Menurut tanggapan kita pribadi. Kita belum membicarakan itu," tuturnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/05/2012).
Marzuki sendiri mengaku belum dapat memastikan apakah Partai Demokrat akan menggunakan metode konvensi dalam penyaringan calon presiden atau tidak.
"Apakah survei, konvensi, polling, dan sebagainya, kita belum bicarakan. Namun pada akhirnya itu kita akan sampaikan. Pak SBY katakan, sekarang belum saatnya kita tentukan capres dan mekanisme perekrutan Capres Cawapres PD," tegasnya.
Marzuki hanya berharap bahwa sosok yang akan diusung Partai Demokrat nanti ialah pribadi yang mau dan mampu memimpin Indonesia, serta diterima rakyat untuk menjadi pemimpin bangsa.
"Dia mampu, mau, dan diterima masyarakat. Artinya kalau saya berpandangan, dibuka lebih baik. Beberapa partai kecil usul mungkin akan muncul calon yang mampu dan mau. Tidak baik juga kita sebagai oligarki yang diusulkan dua orang, yang kita tahu, ada lebih banyak, tidak baik kita menutup ruang orang baik masuk dalam kotestasi," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.