POLHUKAM

Anas Ogah Mundur dari Ketua Umum Demokrat

Selasa, 19 Juni 2012 20:05 wib
Fiddy Anggriawan - Okezone

JAKARTA- Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, menyatakan tidak akan mundur dari jabatan tertinggi di partai berlambang bintang mercy tersebut. Pasalnya, Anas mengaku terpilihnya dia sebagai Ketum adalah mandat dari kongres.

Dijelaskannya, PD itu sama dengan partai lain yang memiliki konstitusi dan aturan main. Jadi ada peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh kader.

"Anas mandatnya dari Kongres, jadi sudah sangat jelas. Ada aturan konstitusi seperti itu, bahwa ada pandangan-pandangan ya itu barangkali dari demokrasi internal meskipun kurang sehat itu realitas yang harus dihadapi," kata Anas saat berjumpa wartawan di MNC Plaza, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

Mantan Ketua Umum PB HMI tersebut meminta dengan tegas, kepada semua kader partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengikuti ketentuan konstitusi partai. "Buat saya yang penting mari semua pegang pada ketentuan konstitusi partai. Siapa yang ada di PD tentu harus tunduk, patuh pada aturan main di partai, yaitu konstitusi partai. Itu pegangannya," terang Anas.

Dimintai konfirmasi perihal adanya skenario yang menjatuhkan dirinya dengan pengakuan mantan Ketua DPC Minahasa Tenggara, Diana Maringka dan Gorontalo, Ismiyati mengenai adanya money politik pada kongres pemilihak Ketum PD di Bandung.

Anas justru mempertanyakan tentang asal usul uang dolar yang dikembalikan Diana kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pertanyaan saya, kalau ada uang dolar atau uang rupiah, siapa yang bisa menjamin itu uang yang didapatkan dari kongres? Siapa yang bisa membuktikan itu uang yang dari tuduhan money politik di kongres?," tanya Anas.

Kemudian, Anas secara tegas menyatakan,"Siapa yang bisa menjamin uang itu tidak disiapkan baru-baru saja?"

Diakuinya ini adalah skenario lain untuk menjatuhkan dirinya dari Demokrat. "Sudah pasti itu, saya tahu tetapi tidak perlu saya sampaikan kepada masyarakat. Nanti masyarakat jadi makin bingung. Biar itu menjadi bagian dari dinamika internal PD," simpulnya.

Seperti diberitakan, sejumlah kader Demokrat, seperti Ruhut Sitompul mendesak agar Anas mundur dari posisi ketua umum. Menurut Ruhut, bila Anas tidak mundur maka elektabilitas Partai Demokrat akan terus menurun, pasalnya Anas disebut-sebut terlibat dalam sejumlah kasus korupsi seperti Hambalang, dan Wisma Atlet. (ugo)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
  • boyndy » 0 Tanggapan
    ya, kalau mundur pasti bakal masuk bui makanya dia gak bakalan mundur, kan sekarang dekat dengan orang kuat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • supri » 0 Tanggapan
    Anas ngak mau mundur, klau mundur tdk korup lagi, maka anas tetap mau ketua Umum, supaya mudah dapat duit, rakyat, dasar muka kuroptor
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ogah » 0 Tanggapan
    Ogah pilih PD byk korup apa lg tu bung anas turun loe udah jelas2 loe korup
    Beri Tanggapan Laporkan
  • koclox » 1 Tanggapan
    kalau kamu memang mau membela partai,,,,,,,,,,,,,,,,jelaskan sumber hartamu darimana.........itu kalau berani..........................kalau nggak berani ya ngantung aja di monas..........................wahai sang perusak partai.............
    • boyndy
      ya, kalau mundur pasti bakal masuk bui makanya dia gak bakalan mundur, kan sekarang dekat dengan orang kuat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Makkawaru » 0 Tanggapan
    Yah, ini lah susahnya di indonesia yang katanya negara hukum namun yang selalu kelihatan adalah hukum jalanan, demikian pula pembelajaran demokrasi bahwa partai jangan hanya mengejar elektabilitas tapi bagaimana program-program partai jalan sesuai ideologi partai yaitu p*******a dan UUD 45.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

BACA JUGA »