Walhi Sumbar: Banjir Bandang di Padang karena Illegal Logging

Rabu, 25 Juli 2012 16:32 wib | Budi Sunandar - Sindo TV

Lokasi banjir bandang di Batu Busuak, Kecamatan Pauh (foto: Rus Akbar/Okezone) Lokasi banjir bandang di Batu Busuak, Kecamatan Pauh (foto: Rus Akbar/Okezone) PADANG - Organisasi lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat menduga  penyebab banjir bandang di Padang disebabkan praktik pembalakan liar di kawasan hutan.

Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Syaiful Khaliq, mangatakan, dari hasil pantauan, saat ini praktik pembalakan liar masih berlangsung di hulu Sungai Batang Kuranji.

”Praktik ini sudah berlangsung lama sejak puluhan tahun lalu. Bahkan tidak berkurang sama sekali, meski hutannya terus digunduli,” kata Syaiful, di Padang, Rabu (25/7/2012).

Material kayu dan lumpur yang dibawa banjir, menurut Syaiful, menjadi bukti dampak dari pembalakan tersebut. Hutan yang gundul juga menjadi pemicu longsor.

Menurut catatan Walhi Sumbar, dari 65 persen kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi di Sumbar, 50 persen di antaranya sudah habis dibabat pembalak liar.  “Jika tidak cepat dihentikan, maka dipastikan bencana serupa yang lebih besar bukan tidak mungkin akan terjadi di masa depan,” tegasnya.

Dia mengaku sudah sejak lama mengingatkan pemerintah setempat mengenai maraknya pembalakan, namun tak digubris. “Kami sendiri melihat praktik penebangan hutan di hulu sungai Batang Kuranji hingga ke Bukit Limau Manih masih terjadi,” akunya.

Seperti diberitakan, banjir bandang menerjang lima kecamatan di Kota Padang. Sejumlah rumah warga hanyut serta rusak akibat dihantam air yang turut serta membawa material kayu itu. Sepuluh orang dikabarkan hilang dalam peristiwa yang terjadi Selasa malam tersebut. (Budi Sunandar/Sindo TV/ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »