Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Biaya Open House, Julian Pertanyakan Data FITRA

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Minggu, 19 Agustus 2012 |18:30 WIB
Biaya <i>Open House</i>, Julian Pertanyakan Data FITRA
Presiden SBY (dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Data yang dikeluarkan Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), yang mengatakan anggaran untuk melaksanakan open house sebesar Rp1,5 Milyar dipertanyakan oleh Julian Aldrin Pasha, juru bicara kepresidenan.

"Masih perlu saya nanggapi soal itu, saya sudah berikan komentar. Justru yang ingin saya tanyakan bagaimana pendapat Uchok Khadafi, tapi dia pasti bukan dari negara lain bukan ya? Tidak ya? karena kami ingin menanyakan bagaimana pandangan pak Uchok apakah masih perlu nggak ini open house ini," ungkap Julian kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (19/8/2012).

Menurutnya, pertanyaan yang dilontarkan Uchok terkesan menyayangkan diselenggarakan acara Open House. "Diselenggarakan acara ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas, kepada rakyat yang ingin bersilaturami dengan Presiden dan Keluarga Presiden itu di Istana, karena itu digelar acara open house. Itu semangatnya," paparnya

Sehingga acara ini memang semata-mata untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia dari manapun untuk bisa masuk dalam acara halal bi halal seperti yang diselenggarakan hari ini di Istana Negara. Namun, dia enggan mengomentari lebih lanjut, saat ditanyakan kebenaran laporan Fitra.

"Saya tidak mengomentari itu . Tidak punya data sebaik yang dikatakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), saya tidak tahu datanya dari mana, silakan ditanyakan kepada mereka yang mempublish itu, saya tidak ada komentar soal itu," tutupnya.

Sebelumnya, Fitra mengatakan anggaran penyelenggaraan open house Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Idul Fitri 1 Syawal 1433 H mencapai Rp1,5 miliar.

Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi mengatakan, awalnya anggaran yang ditawarkan Kementerian Sekretariat Negara dalam bentuk harga prakiraan sementara (HPS) kepada kontraktor sebesar Rp 1.618.504.500. Berdasarkan hasil pemantauan, FITRA menyebutkan HPS pekerjaan pengadaan jamuan bagi Presiden dan keluarga serta para menteri, pejabat tinggi negara, dan korps diplomatik dalam rangka acara silaturahim Presiden menyambut hari raya Idul Fitri 1433 H sebesar Rp606.150.000.

Menurut Uchok, realisasi anggaran dalam open house ini terlalu mahal, mengada-ada, dan jauh dari tindakan penghematan yang selama ini selalu dinyatakan oleh Presiden. Ia menyatakan, alokasi anggaran sebesar Rp1,5 miliar sangat mencederai perasaan orang-orang miskin.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement