Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemilu Serentak Hemat Anggaran hingga Triliunan

Dina Kusumaningrum , Jurnalis-Jum'at, 28 September 2012 |14:10 WIB
Pemilu Serentak Hemat Anggaran hingga Triliunan
Foto: Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Jika Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) secara serentak dilakukan dapat menekan pengeluaran uang negara.
 
Hal ini dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ahmad Fauzi Rangkuti, dalam talk show DPD RI Prespektif Indonesia, di Pressroom DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
 
"Pemilu serentak bisa menghemat sampai triliunan rupiah. Triliunan kita habiskan hanya untuk pesta demokrasi," ujarnya.
 
Selain menghemat uang negara, Pemilu secara serentak juga menekan angka pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya (golput). Kenyataan tersebut, kata dia, dapat terlihat dari pemilih yang malas datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
 
"Pada pemilhan legislatif maupun pemilihan kepala daerah. Orang yang berdatangan ke TPS dari tahun ke tahun makin turun, angka orang yang datang sekitar 70 persen, ini efek dari pemilu yang sering dilakukan," paparnya.
 
Menurutnya, orang yang datang ke TPS tidak ada input positif pasalnya mereka kebanyakan datang ke TPS untuk menjual suara.
 
"Dia datang ke TPS ada jual beli suara, walaupun KPUD memberikan sosialisasi yang tinggi, dan perbaikan kondisi secara menyeluruh," katanya.
 
Dia menjelaskan beberapa keuntungan bila pemilu nasional dan lokal secara serentak dilaksanakan. "Pertama dari keuntungan waktu semakin singkat. Kedua ketegangan politik dan sosial semakin diminimalisasi. Ketiga ada waktunya kita berperang dan ada waktunya kita damai," terangnya.
 
Lebih lanjut dia menambahkan dalam pemilu yang dilakukan sekarang ini banyak anggota DPR yang tidak sehat. Karena sudah terbawa suasana.
 
"Tapi memang ada beberapa kesulitan harus kita antisipasi ketika pemilu serentak dilakukan, seperti sekarang pemilu ini ada Pilkada 497 kabupaten/kota sudah dilaksanakan dan berujung ke Mahkamah Konstitusi," tutupnya.

(Susi Fatimah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement