JAKARTA - Partai Demokrat (PD) tetap membantah jika disebut sebagai partai terkorup. Menurut Anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok, Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), berada di urutan pertama dan kedua soal korupsi.
"Kalau dihitung dari 2004 sampai dengan 2012, Demokrat nomor tiga. Pertama tetap Golkar dan nomor dua PDIP," kata Mubarok kepada Okezone, Senin (31/12/2012).
Angka korupsi Partai Demokrat, tambah Mubarok, jauh di bawah Partai Golkar dan PDIP atau hanya sekira 8,,5 persen. "Jadi bukan partai terkorup, hanya media saja mengekspose habis-habisan," tegasnya.
Kata dia, Demokrat sadar jika jadi sasaran media dalam hal korupsi. Menurutnya, itu terjadi karena partai berlambang bintang Mercy itu merupakan partai terbesar saat ini. Mubarok yakin, suatu saat nanti kebenaran akan terbuka.
"Karena Demokrat pohon tertinggi maka anginnya makin kencang. Itu konsekuensi sebahgai pemenang," ungkapnya.
Menurutnya, banyaknya tudingan keterlibatan kader dalam kasus korupsi hanyalah opini yang sengaja dibentuk untuk menghancurkan Partai Demokrat. Meski diserang secara bertubi-tubi, Mubarok yakin Demokrat akan tetap berkibar.
"Kita antisipasi dengan kejujuran dan sportifitas," tegasnya.
Sebelumnya Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat ada 52 orang kader partai politik yang terlibat kasus korupsi sepanjang 2012. Kader partai politik tersebut tercatat sebagai anggota DPR, DPRD atau pun kepala daerah.
Menurut Peneliti ICW Apung Widadi, dari 52 kader partai itu, 14 diantaranya berasal dari Partai Golkar, 10 orang dari Partai Demokrat. Lalu, PDIP dan PAN yang memiliki delapan orang kader terjangkit korupsi.
Di urutan berikutnya, PKB dengan empat orang kader. Sedangkan, PKS, Gerindra dan PPP sama-sama dengan dua kader yang terlibat korupsi, dan dua orang lagi tidak teridentifikasi partainya.
(Tri Kurniawan)