JAKARTA - Selama dua periode PDI Perjuangan memilih menjadi oposisi yakni berada di luar pemerintahan. Pilihan politik ini selain konsekwensi dari kekalahan PDIP pada pilpres 2009 lalu, namun juga merupakan keputusan kongres untuk berada di luar pemerintahan.
“Ya, selama ini menolak ditawari dalam koalisi, alasannya, keputusan kongres untuk di luar pemerintahan dan untuk check and balance,” ungkap Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait saat berbincang dengan Okezone, Selasa (8/1/2013).
Lalu bagaimana PDIP yang sudah hampir 10 tahun ini ingin mengakhiri oposisinya. Menurut Maruarar yang akrab disapa Ara, untuk keluar dari oposisi pihaknya harus memenangkan pemilu baik pileg maupun pilpres 2014 mendatang.
“Tidak ada partai yang ingin menjadi partai oposisi selama-selamanya, maka caranya harus memengkan pemilu 2014,” katanya.
Oleh sebab itu, kata dia pihaknya selalu menghargai kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menjalankan tugasnya meski PDIP tidak menjadi bagian dari anggota koalisi. Sebab pilihan PDIP untuk berada di luar pemerintahan juga ditegaskan secara terang-terangan.
“Kita menghargai permintaan pak SBY, tapi kita hargai juga secara tegas dan terang-terangan mengatakan bahwa kita di luar pemerintahan. Ketidakberhasilan itu kita punya sikap, kita akan berjuang di luar pemerintahan,” tegasnya.
(Misbahol Munir)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.